Hamas Sebut Komite Teknokrat Jadi Kunci Konsolidasi Gencatan Senjata di Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad
GAZA, (ERAKINI) - Seorang tokoh senior Hamas menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan komite teknokrat yang akan mengelola Jalur Gaza pascaperang. Ia menilai langkah ini krusial untuk memperkuat gencatan senjata yang telah dicapai serta menutup celah kembalinya konflik bersenjata.
Mesir, yang selama ini berperan sebagai penengah dalam perundingan tidak langsung antara Israel dan Hamas, secara resmi mengumumkan pembentukan komite teknokrat Palestina yang beranggotakan 15 orang. Komite ini dirancang bekerja di bawah payung sebuah badan internasional bernama ‘Dewan Perdamaian’, yang secara struktural akan berada di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bassem Naim, salah satu pemimpin utama Hamas, menegaskan bahwa pembentukan komite tersebut merupakan langkah progresif dan patut diapresiasi. Menurutnya, mekanisme ini sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas gencatan senjata, mencegah pecahnya perang baru, merespons bencana kemanusiaan yang telah melumpuhkan Gaza, serta membuka jalan bagi proses rekonstruksi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Sejak 2007, Hamas memang memegang kendali penuh atas kehidupan publik di Gaza. Namun, dalam berbagai kesempatan, gerakan ini menegaskan tidak memiliki ambisi untuk mendominasi pemerintahan Gaza di masa depan. Hamas menyatakan kesiapannya untuk mundur dari peran administratif dan hanya terlibat dalam fungsi pengawasan tata kelola.

















