JAKARTA, (ERAKINI) - Stasiun Hamburg, Jerman sempat ditutup usai 2 penumpang diduga membawa virus Marburg yang mematikan dan sangat menular pada hari Rabu (2/10/2024).
Kedua penumpang itu adalah seorang mahasiswa kedokteran berusia 26 tahun dan pacarnya mengalami gejala mirip flu di kereta. Menurut Tabloid Bild, pelajar tersebut tiba dengan pesawat langsung dari Rwanda, tempat dia melakukan kontak dengan seorang pasien yang kemudian didiagnosis terinfeksi Marburg.
Melansir Politico, alarm stasiun pun pada Rabu (2/10/2024) sore sempat dibunyikan untuk peringatan akan kekhawatiran menyebarnya virus tersebut di Jerman. Kru darurat dengan peralatan pelindung lengkap naik kereta dari Frankfurt untuk mengatasi hal itu.
Kedua penumpang dievakuasi dan polisi menutup dua jalur di stasiun selama beberapa jam sebelum membukanya kembali.
Menurut Departemen Pemadam Kebakaran Hamburg, salah satu dari dua tersangka korban Marburg juga menderita muntah-muntah ringan. “Dia kemudian menelepon pemadam kebakaran karena dia mencurigai ada sesuatu yang tidak beres,” kata seorang juru bicara kepada surat kabar Die Welt.
Namun, informasi terbaru, kedua penumpang tersebut dinyatakan negatif dan akan terus dipantau.
Adapun Rwanda, negara yang terkurung daratan di Afrika Timur, saat ini sedang mengalami wabah virus mematikan tersebut. Hingga saat ini, angka kematian akibat virus itu terus bertambah dan sudah mencapai 11 orang, sementara 26 kasus telah dikonfirmasi.
Virus Marburg menyebabkan demam dengan gejala termasuk kejang, muntah berdarah dan diare, dan memiliki angka kematian hingga 88 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Orang terinfeksi melalui kontak dengan cairan tubuh korban yang terinfeksi.