Search

Festival Ekonomi Syariah Aceh 2026 Disiapkan Jadi Hub Halal di Sumatera

JAKARTA, (ERAKINI) - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 disiapkan menjadi salah satu pusat (hub) halal di Pulau Sumatera. Kegiatan ini dinilai mampu mengakselerasi penguatan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Aceh.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh menegaskan, FESyar 2026 akan dijadikan momentum untuk memperkuat peran Aceh sebagai salah satu hub halal di wilayah Sumatera melalui berbagai program strategis.

Kepala KPwBI Aceh, Agus Chusaini, mengatakan penguatan tersebut akan dilakukan melalui sinergi lintas sektor serta percepatan transformasi digital.

“Road to FESyar 2026 nanti untuk penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh melalui sinergi lintas sektor dan akselerasi transformasi digital,” ujar Agus, seperti dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, KPwBI Aceh akan menyelenggarakan Road to FESyar 2026 pada 25-28 April 2026 di Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan ekonomi di Tanah Rencong.

Acara tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Bappenas, Pemerintah Aceh, perbankan syariah seperti BSI dan Bank Aceh Syariah, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Aceh, pondok pesantren, hingga pelaku UMKM binaan Bank Indonesia.

Agus menuturkan, Road to FESyar 2026 akan dikemas dalam tiga program utama. Pertama, sharia forum yang menjadi wadah intelektual sekaligus sarana peningkatan literasi ekonomi syariah bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum.

Forum ini akan diisi berbagai seminar dan talkshow, seperti pembahasan kemandirian ekonomi pesantren, literasi keuangan syariah, bedah buku, hingga Aceh Economic Forum.

Selain itu, terdapat pula program pendampingan berupa bimbingan teknis pendaftaran sertifikat halal, pelatihan juru sembelih halal (Juleha), serta kelas UMKM Citra Nusa.

“Program ini bertujuan mendorong perubahan mindset kewirausahaan dan inovasi bisnis bagi pelaku UMKM,” kata Agus.