JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh terhadap ekosistem ekonomi haji di Indonesia. Prabowo bahkan sempat meminta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk menjadikan Asrama Haji tidak sekadar tempat singgah dan pelayanan untuk jemaah, tetapi bisa dijadikan hotel yang dapat memberikan keuntungan secara ekonomi.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan sambutan pada acara Konsolidasi Perhajian dan Umrah Embarkasi Provinsi Banten di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).
"Hari ini perintah presiden itu ingin dorong supaya istilah penggunaan asrama itu diganti jadi hotel Pak. Tapi ada masalah. Kalau hotel dan asrama walaupun ini namanya Grand El Hajj, itu orang nyebutnya Pak Grand. Grand kan gede, besar. Grand El Hajj, eh pasti kalau menggunakan kata hotel ada obligasi gitu, ada kewajiban. Apa itu? Pajak hotel," ujar Dahnil di hadapan Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah, Anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Kepala Daerah se-Banten dan para petugas haji.
Dahnil menjelaskan, kondisi tersebut kontras dengan apa yang dilakukan Kemenhaj saat ini, di mana harga sewa di Asrama Haji yang relatif masih terjangkau.
"Yang paling mahal karena dia kategorinya bintang 3, bintang 3 yang paling mahal itu adalah yang kamar VIP itu cuma Rp300.000-an Pak. Betul ya? 300 ribu Pak," ucap eks ketua umum Pemuda Muhammadiyah itu.
Menurut Dahnil, penyewaan Asrama Haji oleh masyarakat tidak boleh lebih dari Rp300 ribu karena bertentangan dengan aturan. Karena itu, Kemenhaj tengah menyiapkan skema agar Asrama Haji diubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
"Bahkan kita ingin dorong supaya dia di-KSO-kan Pak, kerja sama operasi dengan entitas bisnis Pak," tutur mantan Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten ini.
"Tapi kita masih bicara tentang landasan hukum dan sebagainya," tambahya lagi.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim memberikan harapan penuh agar Kemenhaj dapat memaksimalkan layanan kepada jemaah haji Indonesia, terkhusus yang berasal dari Banten. Layanan itu meliputi peningkatan saranan prasarana dan fasilitas di Asrama Haji.
"Jangan sampai ada permasalahan yang bisa merugikan jemaah kita," katanya.