JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS menjadi langkah serius pemerintah dalam menjaga anak-anak Indonesia dari ancaman dunia digital.
Menurut Meutya, regulasi tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan ruang internet yang aman bagi anak, tetapi juga memastikan generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
“Dengan penetrasi internet yang telah melampaui 80 persen, kita harus memastikan keterhubungan ini disertai perlindungan yang kuat. PP TUNAS hadir sebagai payung hukum yang melindungi anak dari berbagai risiko sekaligus membekali mereka dengan literasi digital,” tegas Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan pada kegiatan Fasilitasi Implementasi PP TUNAS di SMP Muhammadiyah 3 Depok, Sleman, dikutip dari laman resmi Komdigi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Menkomdigi, 4 ancaman utama yang dihadapi anak dan remaja di dunia digital, yang dikenal sebagai “4K”: Kontak tidak diinginkan dari orang asing, Konten negatif yang tidak sesuai usia, Kecanduan gawai dan media sosial, serta gangguan Kesehatan fisik dan mental.
“Kita ingin anak-anak bisa menjelajah dunia digital dengan aman. Kontak dari orang tak dikenal harus dicegah, konten berbahaya tidak boleh mudah muncul, kecanduan harus diatasi agar prestasi belajar tetap terjaga, dan kesehatan mereka, mulai dari mata hingga postur tubuh, harus terlindungi,” jelasnya.
Tanpa pengawasan yang tepat, kata dia, dampak jangka panjang kecanduan digital dapat mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, literasi digital menjadi elemen kunci dalam implementasi PP TUNAS.
“Teknologi adalah keniscayaan. Anak-anak kita akan hidup bersama kemajuan ini setiap hari. Tugas kita adalah membekali mereka agar bisa mengambil manfaat maksimal dan menghindari mudaratnya,” kata Menkomdigi Meutya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya turut mengapresiasi peran sekolah dan guru sebagai garda terdepan pendampingan anak. “Saya percaya Bapak dan Ibu Guru dapat menjadi teladan dan pahlawan literasi digital bagi anak-anak didiknya. Bersama kita wujudkan generasi TUNAS yang cerdas, kreatif, tangguh, dan siap bersaing di era digital,” katanya.