Search

Jejak Karier Haerul Saleh, Anggota BPK yang Meninggal dalam Kebakaran Rumah di Tanjung Barat

JAKARTA, ERAKINI) — Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, meninggal dunia dalam kebakaran rumah di Jalan TB Simatupang, RT 03/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.

Almarhum rencananya dimakamkan di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jenazah sudah diberangkatkan pada Jumat siang. Sejumlah petinggi BPK hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka di antaranya Anggota I BPK Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota II BPK Daniel Lumban Tobing, Anggota V BPK Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota VI BPK Fathan Subchi, serta Anggota VII BPK Slamet Edy Purnomo.

Dirangkum Erakini, Haerul Saleh dikenal sebagai politisi asal Sulawesi Tenggara yang memiliki perjalanan panjang di dunia organisasi, bisnis, hingga pemerintahan. Ia lahir di Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada 12 Agustus 1981.

Sejak 19 April 2022, Haerul dipercaya menjabat sebagai Anggota BPK RI untuk masa jabatan hingga 2027. Sebelum bergabung di BPK, Haerul lebih dulu berkiprah di parlemen sebagai anggota DPR RI.

Ia pernah menjadi Anggota DPR RI periode 2014–2019 di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan. Pada 2020, Haerul kembali masuk ke Senayan melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan Imran yang meninggal dunia. Dalam periode tersebut, ia kembali bertugas di Komisi XI sebagai wakil dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.

Perjalanan pendidikan Haerul dimulai di SD Negeri 9 Kolaka yang diselesaikannya pada 1993. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Pesantren IMMIM Ujung Pandang pada 1996 dan SMA Hasrati Kendari pada 2000. Gelar sarjana hukum diperolehnya dari Universitas Satria pada 2008.

Selain dikenal di dunia politik, Haerul juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan profesi. Ia pernah menjabat Wakil Ketua dan Bendahara KNPI Kabupaten Kolaka, serta menjadi Anggota Dewan Penasehat KADIN Sulawesi Tenggara dan Dewan Penasehat Peradi Kabupaten Kolaka pada 2008.

Karier organisasinya terus berkembang. Haerul pernah menjadi Ketua Umum DPD Pemuda Panca Marga, Ketua Bidang Hukum DPD Gapeksindo Sulawesi Tenggara, hingga Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri HIPMI Sulawesi Tenggara.

Di tingkat nasional, ia dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Tani Indonesia sejak 2014. Di lingkungan Partai Gerindra, Haerul pernah menjabat Ketua Bidang Keuangan DPP Partai Gerindra periode 2015–2020, sebelum kemudian menjadi Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi DPP Partai Gerindra sejak 2020.

Sebelum aktif di pemerintahan, Haerul juga memiliki pengalaman panjang di dunia usaha. Ia pernah menduduki posisi Direktur Utama PT Kolaka Inti Karya, Direktur Utama Masalle Group, Direktur CV Bunga Coklat, Direktur Utama PT Laburino, hingga Komisaris Utama PT Kolaka Inti Perkasa.