Saat bulan puasa Ramadan, berburu takjil adalah salah satu momen yang dinanti. Jajanan khas daerah pun menjadi yang paling banyak dicari, salah satunya Kicak. Foto: Ist
Di Yogyakarta, adalah salah satu makanan berbuka puasa paling populer. Terbuat dari beras ketan yang dihaluskan, dicampur dengan parutan kelapa dan irisan nangka sebagai pelengkap.
Rasa manis dan aroma buah nangka akan menggugah selera, apalagi jika dibungkus dengan daun pisang. Jajanan ini bisa kamu temukan di daerah Kauman, Yogyakarta, tempat asalnya. Sudah pernah coba?
Kicak boleh dikatakan menjadi takjil legendaris lantaran hanya dibuat dan dijual saat bulan suci Ramadan. Masyarakat mengenal panganan ini sebagai takjil asli Kauman, sebuah kampung legendaris di Jalan Ahmad Dahlan.
Cita rasa Kicak sangat khas dan mencerminkan selera lidah masyarakat Yogyakarta. Terbuat dari beras ketan atau jadah yang dicampur gula pasir membuat Kicak terasa lembut sekaligus manis di lidah. Taburan kelapa parut yang sedikit asin membuat rasanya semakin gurih.
Yang tak kalah istimewa adalah aromanya yang harum, perpaduan dari pandan dan nangka yang khas. Meski sederhana, wujud Kicak justru sangat cantik. Warna putih ketan dan kelapa parut, ditambah potongan kecil daun pandan yang hijau serta buah nangka yang kuning, membuat Kicak semakin menggugah selera.
Porsi sajiannya yang kecil memang cocok sebagai takjil pembuka sebelum menikmati hidangan utama berbuka. Rasa manis Kicak mungkin terlalu kuat bagi mereka yang kurang menyukai jajanan manis, tetapi mencicipinya tak akan membuat lidah rugi. Dengan harga yang cukup terjangkau, Kicak menjadi takjil istimewa yang selalu diburu penikmatnya selama bulan puasa.
Asal-Usul Kicak Kicak dikenal sebagai panganan yang lahir dari tangan seorang bernama Mbah Wono, penduduk Kauman. Bermula pada tahun 1950, Mbah Wono yang menghendaki takjil Ramadan yang berbeda akhirnya membuat jajanan dari beras ketan ini.
Mbah Wono lalu menjualnya dan semenjak saat itulah Kicak disukai sebagai jajanan khas Ramadan. Ia tetap mempertahankan Kicak sebagai jajanan bulan puasa dan tidak membuatnya pada hari-hari biasa.
Kicak biasanya tersedia di pusat jajanan Ramadan di Kampung Kauman, Yogyakarta. Kampung Kauman identik sebagai kampung Islam karena terletak dekat dengan Masjid Agung Yogyakarta. Pasar jajanan Ramadan di Kampung Kauman merupakan salah satu tradisi khas setiap bulan puasa.
Meski dikenal sebagai jajanan khas Ramadan dan menjadi buruan banyak penikmatnya, tak banyak orang yang membuat Kicak. Namun, cara membuat Kicak sebenarnya cukup mudah.
Bahan membuat Kicak:
- Beras ketan
- Parutan kelapa
- Santan kental
- Gula merah
- Nangka
Cara membuat Kicak:
1. Cuci bersih beras ketan.
2. Campurkan beras ketan dengan kelapa parut.
3. Aduk rata.
4. Kukus campuran beras ketan dan kelapa parut selama 30 menit.
5. Angkat adonan beras ketan dan kelapa parut.
6. Masukkan ke dalam air yang sudah mendidih.
7. Kukus kembali campuran tersebut selama 30 menit.
8. Angkat adonan, lalu tumbuk hingga halus. Dinginkan dan sisihkan.
Cara membuat kuah Kicak:
1. Didihkan santan kental.
2. Campurkan dengan gula merah.
3. Aduk terus hingga merata.
4. Setelah mendidih, masukkan potongan nangka. Angkat dan dinginkan.
Cara menghidangkannya, potong-potong Kicak kemudian siram dengan kuah santan gula merah. Tambahkan potongan nangka sebagai pelengkap.