Hujan deras beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencana banjir di Kabupaten Tegal, Jateng dan 3 desa di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Rabu (8/1/2025). (Foto: BNPB)
JAKARTA, (ERAKINI) – Hujan deras beberapa hari terakhir memicu terjadinya bencanabanjir di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah banjir rob yang terjadi pada Selasa (8/1/2025) di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. tersebut meyebabkan sebanyak 3.987 warga yang tersebar di tiga kelurahan dan dua Kecamatan terdampak.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, banjir ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah perairan Jawa Tengah sehingga menyababkan air laut pasang.
Ia mengatakan bahwa lokasi kejadian berada di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat serta Kelurahan Panggung dan Kelurahan Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur.
“Berdasarkan data yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selain 3.987 warga terdampak, dilaporkan sebanyak 1.129 unit rumah, Sembilan fasilitas Pendidikan, satu fasilitas umum dan dua fasilitas ibadah turut terendam banjir,” katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal berkolaborasi dengan semua unsur terkait, masih melakukan assessment dan monitoring di lokasi terdampak guna pendataan dan penanganan warga serta kerugian materil yang diakibatkan banjir rob tersebut.
“BNPB mengimbau kepada pemerintah Kabupaten Tegal dan seluruh warga di Kabupaten Tegal untuk selalu waspada akan potensi bancana akibat cuaca ekstrem serta menjauhi area berisiko Ketika terjadi hujan dengan intensitas dan berlangsung dalam durasi yang lama,” jelasnya,
Selain di Tegal, sebanyak 3 desa di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo juga terdampak banjir di hari yang sama, Rabu (8/1/2025), pukul 17.00 WITA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango melaporkan bahwa 3 desa di dua kecamatan yang terdampak, yakni Desa Bonda Raya dan Libungo di Kecamatan Suwawa Selatan, serta Desa Bilungala di Kecamatan Bone Pantai.
“Tercatat 129 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 365 jiwa terdampak. Terdiri dari 306 jiwa di Desa Bonda Raya, 38 Jiwa di Desa Libungo, dan 21 jiwa di Desa Bilungala,” ungkap Abdul.
BPBD Kab. Bone Bolango terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan pihak pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan korban dan infrastruktur berdampak.
“Update per Rabu (8/1/2025) pukul. 18.00 WIB di beberapa titik rumah warga masih terlihat genangan dan air mulai berangsur surut serta warga mulai melakukan pembersihan lumpur dan material yang terbawa arus air,” ungkapnya.
Atas bencanabanjir itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada akan potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi. “Menjauhi area berisiko ketika terjadi hujan dengan intensitas dan berlangsung dalam durasi yang lama, serta meningkatkan kesiapsiagaan dengan mempersiapkan tas siaga bencana atau perlengkapan seperti dokumen penting, makanan dan air minum untuk bertahan hidup setidaknya 3 hari,” pesannya.