Update Banjir dan Longsor di Sukabumi: 10 Orang Meninggal, 2 Hilang
Abdul Rahman Ahdori
SUKABUMI, (ERAKINI) - Bencana hidrometeorologi basah yang terjadi pada hari Selasa (3/12/2024) lalu, telah berdampak besar di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan data sementara per Senin (9/12/2024) pukul 07.00 WIB, 10 warga meninggal dunia dan 2 orang lainnya masih dinyatakan hilang akibat dari kejadian tersebut.
Selain itu, merujuk data BNPB, sebanyak 6.312 kepala keluarga (KK) atau 10.160 orang terdampak. Mereka tersebar di 172 desa yang ada di 39 kecamatan. Kemudian, sebanyak 939 KK atau 3.064 orang terpaksa mengungsi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, mengatakan, pencarian terhadap 2 warga yang hilang akan terus dilakukan selama 3 hari ke depan.
“Dua warga yang masih dinyatakan hilang ini, akan kita cari sampai tiga hari kedepan, meskipun pihak keluarga sudah ikhlas, tetapi sebagai aparat masyarakat, kita akan tetap mencari sampai batas yang sudah ditentukan,” kata Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/12/2024) malam.
Sementara itu, BNPB yang diwakili oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen Lukmansyah, saat ini masih berada di Sukabumi untuk memberikan pendampingan di Posko Utama.
Posko yang berada di Pendopo Sukabumi telah aktif dan melakukan berbagai kegiatan, seperti update data terkini mengenai warga terdampak, distribusi logistik untuk pengungsi, serta koordinasi dengan Tim SAR untuk menyusun strategi pencarian yang hilang.


















