Aktivis GP Ansor Jawa Timur Kritik Tajam Kapolri soal Pagar Laut Tangerang
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, Bagaskara, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani kasus pagar laut di Tangerang. Bagaskara menilai langkah kepolisian dalam kasus ini lemah dan tidak tegas, sehingga ia mengibaratkan kinerja mereka seperti 'ayam sayur'
"Kita melihat ada masalah serius terkait pagar laut yang dilakukan oleh pihak tertentu, yang jelas-jelas merugikan nelayan dan masyarakat pesisir. Namun, Polri justru seperti ayam sayur—lemah, tak bergairah, dan seolah enggan bertindak tegas," ujar Bagaskara dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/1/2025).
Menurutnya, ketidakjelasan sikap Polri dalam kasus ini berpotensi menjadi hambatan besar bagi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa jika aparat penegak hukum gagal bertindak tegas, hal ini akan menciptakan preseden buruk di awal kepemimpinan mereka.
"Rakyat ingin melihat bahwa hukum ditegakkan secara adil, tanpa pandang bulu. Jika Polri justru bermain aman atau bahkan membiarkan aktor-aktor intelektual di balik pagar laut ini bebas, maka kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan pemerintahan yang baru akan runtuh sebelum sempat berdiri kokoh," kata Bagaskara.
Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus menyadari tantangan utama pemerintahan mereka, yakni memastikan bahwa hukum benar-benar menjadi panglima, bukan alat kepentingan segelintir pihak.
"Jika Polri tidak segera menangkap dan mengungkap dalang di balik pagar laut ini, maka sudah sepatutnya Kapolri dicopot dari jabatannya. Kapolri harus membuktikan bahwa Polri berada di pihak rakyat, bukan menjadi pelindung bagi kepentingan kelompok tertentu. Jika tidak mampu, maka sudah selayaknya Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri dengan sosok yang lebih berani dan tegas," ucapnya.

















