Profil Arsin, Kepala Desa Kohod yang Diduga Terlibat Kasus Pagar Laut
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kasus pagar laut di perairan Tangerang Banten terus menjadi sorotan masyarakat karena dinilai telah melanggar aturan. Perusahaan besar disebut-sebut ada di balik pemasangan pagar laut 30 kilometer tersebut. Dugaan lainnya bahwa pihak perusahaan telah bekerja sama dengan kepala desa setempat untuk memagari laut di Tangerang.
Salah satunya yaitu Kepala Desa Kohod, Kecamatan Paku Haji, Kabupaten Tangerang, Arsin. Setiap kali muncul ke publik, Arsin terlihat membela pagar laut tersebut. Dia bahkan sempat berdebat dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, 24 Januari 2025 lalu.
Saat itu, Nusron mengusulkan pembatalan sertifikat atas tanah yang terpengaruh oleh proyek pagar laut, sementara Arsin menolak dengan alasan bahwa tanah tersebut telah terpengaruh abrasi sejak 2004 dan kini menjadi lahan laut.
Siapakah Arsin, berikut profilnya:
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (27/1/2025), Arsin berasal dari keluarga yang cukup berpengaruh di Desa Kohod. Ia mengklaim bahwa tanah yang menjadi sumber kontroversi tersebut merupakan warisan orang tuanya.
Sebelum terkena abrasi, lahan tersebut digunakan sebagai empang. Status sosial Arsin yang kaya raya turut menjadi sorotan, dengan banyak pihak yang mempertanyakan sumber kekayaannya.















