20,8 Ton NaCl Ditabur di Langit Riau, Seluruh Titik Api Padam
Akhmad Baihaqi Arsyad
PEKANBARU, (ERAKINI) – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Provinsi Riau membuahkan hasil yang signifikan setelah dilakukan penyemaian dengan menabur 20,8 ton bahan semai NaCl di langit Riau.
Selama empat hari operasi, sejak 21-25 Juli 2025 titik api di seluruh hotspot Provinsi Riau berhasil dipadamkan. Tidak ada lagi titik api aktif yang terpantau. Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
“Penyemaian awan dilakukan secara masif dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan awan hujan. Selama empat hari operasi, total 23 sortie penyemaian telah dilakukan dengan menabur 20,8 ton bahan semai NaCl di langit Riau. Langkah ini terbukti efektif dalam meredam titik panas serta mempercepat pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah prioritas seperti Rokan Hulu dan Rokan Hilir,” ujar Dwikorita dikutip dari laman resmi BMKG, Minggu (27/7/2025).
Menurutnya, penyemaian tak hanya berdampak di lokasi utama, namun awan juga memicu hujan di daerah sekitar seperti Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Citra radar cuaca BMKG menunjukkan adanya hujan intensitas sedang sebagai hasil dari sistem cuaca yang terbentuk akibat OMC.
Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis sains. Operasi ini melibatkan sinergi antara , , TNI AU, Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Polri, serta pemerintah daerah.

















