Ngeri! Air Sungai Cileungsi Menghitam Pekat, Bau Menyengat dan Ikan-Ikan Mati
Akhmad Baihaqi Arsyad
KABUPATEN BOGOR, (ERAKINI) - Aliran air Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali berwarna hitam dan mengeluarkan aroma tidak sedap sejak Ahad (10/9/2023).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman di Bogor, Senin (11/9/2023). Menurutnya, aliran air yang berwarna hitam pekat mengeluarkan aroma tidak sedap dan mengakibatkan ikan-ikan mati.
"Mulai hitam dari Ahad siang, tapi semakin malam makin parah. Nah, Senin pagi tadi banyak ikan mati di aliran sungai," kata Puarman.
Puarman mengaku menerima laporan tersebut dari masyarakat, mengenai aroma tak sedap yang ditimbulkan oleh sungai yang tercemar tersebut. Mereka meminta pemerintah serius menangani pencemaran Sungai Cileungsi yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Pencemaran Sungai Cileungsi tersebut, menurutnya sudah berlangsung lama. Bahkan lebih dari tujuh tahun.
"Pengawasan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini, ternyata tidak efektif karena pencemaran yang diduga dari limbah industri selalu terjadi dan berulang," kata Puarman.
Puarman menilai, pemerintah harus menggunakan kewenangannya untuk melakukan penindakan yang lebih tegas terhadap pelaku pencemaran sungai.
"Tutup pabriknya dan pidanakan pelakunya, agar ada efek jera, masyarakat sudah terlalu lama menderita dan dirugikan. Jika tidak mampu dan mau menggunakan kewenangan yang dimiliki, kibarkan bendera putih," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Bambam Setia Aji menjelaskan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Plt beberapa bulan lalu, sudah ada empat perusahaan yang ditindak karena dinilai mencemari Sungai Cileungsi.
"Sudah empat perusahaan yang ditindak. Kemarin juga sudah ada dua perusahaan yang sudah diproses di pengadilan karena pencemaran seperti itu," jelas Bambam.


















