3 Tewas dalam Bencana Tanah Longsor di Puncak Bogor
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Tanah Longsor terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Menurut pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, ada 3 korban tewas dan 1 masih dinyatakan hilang dalam bencana alam tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani. Ia mengatakan, ketiga korban tersebut salah satunya di Megamendung dan dua lainnya di Cisarua. "Korban meninggal dunia ada tiga. Satu di Megamendung, 2 lainnya di Cisarua," kata Adam Hamdani, Minggu (6/7/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari sebelumnya dalam keterangannya menyampaikan bahwa ada 2 korban jiwa masih dinyatakan hilang. Adapun korban hilang dan masih dalam pencarian, yaitu seorang pemancing yang terbawa longsor saat memancing di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Sabtu 5 Juli 2025.
“Hujan deras dengan durasi yang cukup lama dan kondisi tanah yang labil menyebabkan longsor di beberapa titik pada Sabtu (5/7/2025). Terdapat 5 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Dramaga, Kemang, Ciampea, Cibungbulang, dan Megamendung,” jelasnya.
Selain itu, kerugian materil di antaranya yaitu 2 unit rumah rusak ringan, 1 unit rumah rusak sedang, 3 unit rumah terancam, 1 unit fasilitas ibadah, 1 akses jalan, 2 unit tembok penahan tanah terdampak. berkoordinasi dengan aparat setempat dan memberikan edukasi kebencanaan dan himbauan serta penanganan.
















