Ketan Bintul, Takjil Legendaris Menu Favorit Berbuka Puasa Sultan Banten
Thomas Pulungan
BANTEN, (ERAKINI) – Salah satu panganan khas daerah yang selalu diburu masyarakat Banten setiap bulan Ramadan adalah ketan bintul. Takjil legendaris ini disebut menu favorit berbuka puasa Sultan Banten pada abad ke-16.
Nikmat, legit, dan gurih, tiga kata yang pas menggambarkan sensasi saat menyantap hidangan satu ini. Dari segi tampilan, ketan bintul berupa ketan yang dipadatkan lalu diberi taburan serundeng di bagian atasnya.
Serundeng sendiri merupakan kelapa parut yang diolah dengan berbagai rempah-rempah. Perpaduan ketan yang pulen dan serundeng yang gurih menciptakan cita rasa khas yang menggugah selera. Uniknya, ketan bintul kerap disantap bersama kuah semur atau empal daging sapi.
Proses Pembuatan
Ketan bintul dibuat dari beras ketan yang dimasak melalui proses cukup panjang. Setelah dicuci bersih, beras ketan dikukus hingga setengah matang, kemudian ditumbuk sampai halus dan kenyal. Proses penumbukan ini bisa berlangsung berjam-jam untuk menghasilkan tekstur ketan yang benar-benar lembut dan lengket.
Saat proses penumbukan, ketan biasanya ditambahkan garam atau gula sesuai selera. Setelah teksturnya pas, ketan kemudian dituangkan ke dalam nampan yang telah dilapisi daun atau alas lain agar tidak lengket, lalu diratakan dan didiamkan hingga dingin.

















