JAKARTA, (ERAKINI) - Kejadian memilukan kembali terjadi di Jakarta. Hanya gegara ditegur karena knalpot bising sejumlah orang saling serang hingga menewaskan 1 orang.
Bentrokan antarkelompok warga tersebut terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Menurut pengakuan , peristiwa itu diduga dipicu persoalan sepele, yakni teguran terhadap seorang pengendara motor yang menggeber di depan warung makan.
Peristiwa tersebut kemudian berujung ricuh hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sedikitnya satu korban lainnya mengalami luka serius.
Seorang pedagang nasi uduk di lokasi kejadian, Rusdi, mengatakan keributan bermula ketika seorang pengendara motor menggeber-geber knalpot di Jalan Tambak. Suara bising itu kemudian ditegur oleh salah seorang pelanggan yang sedang makan di warungnya.
Menurut Rusdi, pengendara motor tersebut tidak terima ditegur. Tak lama kemudian, ia kembali bersama sekitar 10 orang rekannya.
"Mereka datang pakai motor, knalpotnya berisik, digeber-geber. Ada orang yang sedang makan di warung saya menegur, tetapi dia tidak terima," ujar Rusdi di lokasi kejadian, Minggu (26/7/2026).
Rusdi menuturkan, kelompok tersebut awalnya mencari orang yang memberikan teguran. Namun karena tidak menemukannya, mereka melampiaskan kemarahan dengan merusak gerobak nasi uduk miliknya.
"Awalnya cuma nanya-nanya. Karena enggak ketemu orang yang dicari, akhirnya emosinya meluap dan merusak gerobak," kata dia.
Situasi kemudian semakin memanas ketika sejumlah warga dari kawasan Matraman Dalam datang ke lokasi setelah mendengar adanya keributan. Bentrokan antara kedua kelompok pun tidak terhindarkan.
"Keributan jadi meluas. Ada yang memberi tahu wargaMatraman Dalam, lalu mereka datang dan terjadi bentrokan," ujar Rusdi.
Akibat bentrokan tersebut, satu orang dilaporkan tewas, sementara seorang lainnya mengalami luka berat.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra mengatakan polisi telah mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan, terdiri atas enam orang dari kelompok pengendara motor dan dua warga sekitar.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas menemukan sisa bangunan dan sepeda motor yang terbakar, bercak darah, serta batu yang diduga digunakan saat bentrokan.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait perkelahian antara dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan. Petugas langsung datang untuk melerai, tetapi karena jumlah massa cukup banyak, akhirnya terjadi korban dan beberapa orang kami amankan," kata Roby.
Roby menambahkan, hingga proses olah TKP dilakukan, polisi belum menemukan senjata tajam di lokasi kejadian. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti bentrokan dan memeriksa pihak-pihak yang diamankan untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut.