Marc Marquez juara MotoGP Jerman 2025 dan rayakan kemenangan dengan Aura Farming selebrasi Pacu Jalur yang viral dari Indonesia. (X @Michelin_Sport)
PEKANBARU, (ERAKINI) – Tradisi lokal Riau kembali mencuri perhatian dunia. Gerakan “Aura Farming” yang berasal dari pacu jalur—perlombaan mendayung tradisional khas Kuantan Singingi—mendunia usai diserukan dalam panggung internasional, MotoGP.
Aksi pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang menirukan gerakan mendayung saat merayakan kemenangannya di podium Jerman menjadi sorotan dan viral di berbagai media sosial.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyambut antusias fenomena ini. Ia menyebut bahwa gerakan “Aura Farming” yang kini dikenal luas di level nasional dan internasional adalah bentuk pengakuan dunia terhadap budaya lokal Riau.
“Kita bangga, kita apresiasi semua bintang-bintang nasional, internasional menirukan 'aura farming'. Termasuk Marc Marquez ya,” ujar Wahid kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (14/7/2025).
Menurut Wahid, tren global terhadap gerakan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat promosi budaya dan pariwisata Riau. Ia optimistis bahwa popularitas “Aura Farming” akan menggugah rasa ingin tahu publik internasional terhadap pacu jalur, sekaligus meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
“Tentu semakin dikenal Provinsi Riau lewat 'aura farming' pacu jalur. Semoga tingkat kunjungan semakin meningkat, wisatawan mancanegara juga diprediksi meningkat,” katanya.
Pemerintah Provinsi Riau saat ini tengah mempersiapkan Festival Pacu Jalur 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–24 Agustus mendatang di Kabupaten Kuantan Singingi. Gubernur Wahid menyatakan bahwa pihaknya terus memantau persiapan teknis dan logistik agar pelaksanaan acara berlangsung sukses.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam menyukseskan event budaya tahunan ini. “Pesan saya kepada masyarakat, Pemkab lakukan perbaikan. Berikan layanan terbaik untuk menyambut tamu-tamu kita yang datang,” imbuhnya.
Demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung, Wahid mengatakan telah berkoordinasi dengan Polda Riau untuk memperketat pengamanan selama festival berlangsung. Ia menekankan bahwa peningkatan wisatawan juga harus diiringi dengan peningkatan kesiapsiagaan.
“Saya sudah ngomong sama Pak Kapolda, pengamanan ditingkatkan karena wisatawan pasti banyak. Kita tidak mau kriminalitas meningkat, maka harus diantisipasi karena ini harus prioritas,” tegasnya.
Selain aspek keamanan, Pemprov Riau juga tengah membenahi fasilitas pendukung, seperti tribun penonton. Wahid mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Bupati Kuantan Singingi terkait kesiapan infrastruktur acara.
“Untuk tribun kita sedang berbenah, nanti ini akan saya cek, saya sudah kontak-kontak sama Pak Bupati untuk menyiapkan,” ujarnya.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, dan masyarakat dinilai sebagai kunci suksesnya festival tersebut. Gubernur Wahid berharap viralnya gerakan “Aura Farming” bisa menjadi momentum emas untuk memperkuat citra Riau sebagai destinasi budaya yang unik di Indonesia.
Dia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal, termasuk pacu jalur yang telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Riau.
Fenomena ini sebelumnya ramai dibicarakan warganet setelah video seorang anak yang menari di ujung perahu panjang diunggah ke TikTok dengan label 'Aura Farming 100/10'.
Tarian tersebut diiringi lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike dan langsung menarik perhatian banyak kreator konten dunia, termasuk figur publik dan atlet ternama.