Ilustrasi - BMKG menyampaikan bahwa sebagian wilayah Jawa Tengah (Jateng) diprediksi mulai masuk musim hujan awal Oktober 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Jawa Tengah (Jateng) akan memasuki musim penghujan lebih cepat dari biasanya pada Oktober 2025.
Secara umum, curah hujan di sejumlah daerah di provinsi ini terpantau meningkat dan bahkan beberapa wilayah mengalami hujan sepanjang tahun dengan intensitas di atas rata-rata normal.
Menurut BMKG, faktor utama yang memengaruhi perbedaan waktu masuknya musim hujan antar daerah di Jateng antara lain adalah fenomena iklim global seperti El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), serta pola sirkulasi angin monsun Asia-Australia. Selain itu, posisi Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ) dan kondisi suhu permukaan laut di sekitar Indonesia juga sangat menentukan kapan hujan mulai turun.
BMKG menetapkan awal musim hujan berdasarkan curah hujan harian yang mencapai minimal 50 milimeter dalam satu dasarian (periode 10 hari), dan jika kondisi tersebut berlangsung selama dua dasarian berturut-turut, maka periode itu dianggap sebagai awal musim penghujan resmi.
September 2025: Sebagian daerah di Kabupaten Pemalang, Temanggung, Purworejo, Cilacap, sebagian barat laut Kota Semarang, barat Kabupaten Semarang, tenggara Kabupaten Kendal dan Banjarnegara, utara dan tenggara Kabupaten Magelang, utara Kabupaten Kebumen, serta sebagian kecil wilayah di Kabupaten Tegal, Wonosobo, dan Banyumas.
Oktober 2025: Kota Tegal, Salatiga, Magelang, Surakarta, Kabupaten Demak, Kudus, Grobogan, Rembang, Blora, Sragen, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Tegal, Semarang, Jepara, Pati, Magelang, serta sebagian Kabupaten Batang, Kendal, dan Cilacap.
November 2025: Kota Pekalongan, sebagian utara Kabupaten Pemalang, serta sebagian kecil Kabupaten Tegal, Jepara, dan Pati.
Selain itu, ada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang diperkirakan mengalami musim hujan sepanjang tahun, antara lain Kabupaten Purbalingga, bagian utara Kabupaten Banyumas, sebagian selatan Kabupaten Pemalang dan Pekalongan, sebagian barat Kabupaten Banjarnegara, serta sebagian tenggara Kabupaten Tegal dan Brebes.
Informasi tentang awal musim hujan dan sifat hujan sangat krusial, terutama untuk sektor pertanian, perikanan, dan mitigasi bencana. Dengan data ini, menurut BMKG, masyarakat dan pemerintah daerah dapat lebih siap dalam menghadapi potensi banjir, tanah longsor, serta menyesuaikan pola tanam dan aktivitas ekonomi lainnya agar lebih efektif dan minim risiko.