Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Ali Muhtarom, M.Si, saat membuka Rapat Kerja (Raker) Fakultas Dakwah di Hotel Grand Serpong, Tangerang, Rabu (11/2/2026). (Foto: UIN Banten).
SERANG, (ERAKINI) - Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr Ali Muhtarom, M.Si, meminta jajaran Fakultas Dakwah untuk bekerja secara kompak dan solid dalam upaya meningkatkan mutu . Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja (Raker) di Hotel Grand Serpong, Tangerang, Rabu (11/2/2026).
Menurut dia, kekompakan dan kesolidan menjadi modal utama untuk terus berikhtiar meningkatkan kualitas institusi di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
“Kinerja menjadi tugas bersama, sehingga perlu kerja tim yang kompak dan solid,” ujar Dr Ali dalam sambutannya.
Dr Ali menjelaskan, sasaran kinerja yang dirumuskan dalam raker dimaksudkan untuk memastikan program-program prioritas dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan, khususnya dalam peningkatan mutu tridharma perguruan tinggi serta penguatan tata kelola kelembagaan yang modern, akuntabel, dan profesional.
"Adapun sasaran kinerja yang menjadi indikator pencapaian kinerja oleh masing masing fakultas dilaksanakan secara bersama sama," tuturnya.
Lebih lanjut, menurut Dr Ali, seluruh sasaran kinerja tersebut harus dilaksanakan secara kolektif oleh masing-masing fakultas. Hal itu dilakukan guna mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
Dalam raker tersebut, Dr Ali memaparkan 25 poin Key Performance Indicator (KPI) prioritas.
"Seluruh poin ini sebelumnya telah dikirimkan ke masing-masing fakultas untuk ditelaah sebagai dasar penyusunan sasaran kinerja sekaligus komitmen pencapaiannya," katanya.
Dr Ali merinci, keduapuluh lima poin KPI itu antara lain peningkatan jumlah dosen dan tenaga kependidikan yang memperoleh sertifikasi peningkatan kompetensi, penambahan jumlah guru besar baik di bidang ilmu agama maupun umum, serta peningkatan jumlah jurnal bereputasi internasional.
"Selain itu, fakultas juga didorong untuk meningkatkan efektivitas realisasi target Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) dari Uang Kuliah Tunggal (UKT)," ucapnya.
Dr Ali juga mendorong agar Fakultas Dakwah dapat memperluas kerja sama aktif yang berdampak dan menghasilkan output maupun outcome nyata, serta membuka program studi baru pada rumpun EMBA dan Hukum.
"Indikator lainnya mencakup peningkatan jumlah dosen yang menjadi narasumber konferensi nasional dan internasional, peningkatan dosen yang memiliki sertifikat profesi, penerapan Outcome Based Education (OBE) di program studi, serta peningkatan jumlah mahasiswa yang mengikuti program sertifikasi profesi," ujarnya.