Jawa Tengah Dikepung Kekeringan Parah, Puluhan Ribu Warga Krisis Air Bersih
Thomas Pulungan
BANYUMAS, (ERAKINI) - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dilanda kekeringan parah. Ribuan warga saat ini mengalami krisis air bersih.
Di Banyumas, Jawa Tengah, wilayah terdampak kekeringan saat ini telah mencapai 43 desa. "Berdasarkan data per hari ini (Rabu, 18/9), ada sebanyak 11.109 keluarga yang terdiri atas 35.111 jiwa di 43 desa di 10 kecamatan yang terdampak kekeringan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Budi Nugroho dalam keterangannya dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, pada awal September sempat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di sebagian besar wilayah Banyumas. Bahkan, hujan tersebut sempat mengakibatkan terjadinya bencana banjir di tiga desa dan tanah longsor di satu desa.
Akan tetapi, hujan itu belum bisa mengurangi dampak kekeringan di wilayahnya. "Oleh karena itu, kami masih menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca kembali kering," katanya.
Sejauh ini pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 234 tangki atau setara dengan 1.165.000 liter bagi warga terdampak kekeringan maupun untuk kebutuhan RSUD Banyumas dan Kantor Kecamatan Lumbir.
Bantuan air bersih juga disalurkan oleh PMI Kabupaten Banyumas sebanyak 56 tangki atau 280.000 liter, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy sebanyak 11 tangki atau 55.000 liter, BBWS Serayu Opak sebanyak 92 tangki atau 475.000 liter, dan organisasi kemasyarakatan serta dunia usaha sebanyak 22 tangki atau 110.000 liter.

















