Pacu Jalur Makin Mendunia, YouTuber 17,6 Juta Subscribers Joe Hattab Mendarat di Riau
Thomas Pulungan
RIAU, (ERAKINI) - Pacu Jalur semakin mendunia. Kini, tarian Aura Farming ala bocah Rayyan Arkan Dhika alias Dika, menarik perhatian figur digital papan atas dunia, Joe Hattab.
Joe Hattab merupakan YouTuber sinematik asal Yordania yang berbasis di Dubai. Ia dikenal lewat dokumenter-dokumenter perjalanan yang inspiratif dan menyentuh.
Dengan 17,6 juta subscribers di YouTube dan hampir 6 juta pengikut di Instagram, Joe Hattab menjadi salah satu tokoh digital paling berpengaruh di Timur Tengah. Video-videonya yang kerap mengangkat isu sosial dan potret budaya, telah ditonton puluhan juta kali.
Hari ini, Kamis (17/7/2025), Joe Hattab mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Ia tidak datang sembarangan. Kedatangannya ke Riau adalah bentuk apresiasi dan kekagumannya terhadap tarian Dhika yang viral hingga menembus batas-batas geografis.
Setibanya di Pekanbaru, Joe langsung disambut hangat oleh Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, yang dengan penuh hormat memakaikan Tanjak, ikat kepala khas Melayu Riau, sebagai simbol penyambutan tamu agung.
"Ini momen emas bagi pariwisata Riau. Dhika ‘Aura Farming’ telah membuka mata dunia pada kekayaan budaya kita. Kehadiran Joe Hattab tentu akan memperluas jangkauan promosi, terutama ke Timur Tengah dan pasar global lainnya," ujar Roni dalam keterangannya.
Usai penyambutan, Joe dan timnya langsung melanjutkan perjalanan ke Kuantan Singingi (Kuansing), tanah kelahiran Dika sekaligus jantung budaya Pacu Jalur. Di sana, selain bertemu langsung dengan sang bocah. Joe juga dijadwalkan menjelajahi destinasi wisata utama di Kuansing, dengan sorotan utama adalah Festival Pacu Jalur, pesta budaya yang telah hidup lebih dari satu abad dan kini siap tampil lebih megah dari sebelumnya.
Joe Hattab bukan nama asing di kalangan penikmat konten petualangan. Pria kelahiran 18 Maret 1990 ini mulai aktif di YouTube sejak 2016, dan sejak itu sukses mengumpulkan lebih dari 1 miliar penayangan. Ia juga pernah mengunjungi Indonesia sebelumnya dan sempat berkolaborasi dengan YouTuber lokal Panji Petualang, yang dikenal lewat eksplorasi dunia reptil.
Persiapan Terus Dikebut
Sementara itu, Pemkab Kuansing terus mengebut persiapan Festival Pacu Jalur 2025 yang akan digelar pada 20–24 Agustus. Momen viralnya Dika dimanfaatkan untuk mengangkat gelaran ini ke level yang lebih tinggi, baik dari sisi kualitas acara maupun dampaknya terhadap ekonomi lokal.
Pj Sekretaris Daerah Kuansing, Fahdiansyah, menyebutkan bahwa meski progres teknis masih di angka 20–25 persen, pihaknya optimistis semua akan siap tepat waktu.
“Memang biasanya kegiatan fisik digenjot satu bulan terakhir menjelang festival. Tapi kami sudah bergerak, dan koordinasi terus dilakukan,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa Tepian Narosa, lokasi legendaris Pacu Jalur, sudah siap menyambut ribuan pengunjung. Pemkab Kuansing terus berkoordinasi erat dengan Pemprov Riau dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) termasuk soal infrastruktur dan akomodasi bagi wisatawan.

















