Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebesar Rp72,7 milari untuk pembelian sapi meugang bagi daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Foto: Ilustrasi/Dok Pemprov Aceh
ACEH, (ERAKINI) —Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sebesar Rp72,7 milari untuk pembelian sapi meugang bagi daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme transfer dari Sekretariat Presiden.
Selanjutnya, penyaluran bantuan kepada masyarakat akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi meugang, dan dananya telah ditransfer. Kami Pemerintah Aceh serta seluruh masyarakat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo,” ujar Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Diketahui, meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dalam rangka menyambut hari-hari besar Islam, seperti Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Tradisi Meugang atau Makmeugang telah menjadi budaya masyarakat Aceh secara turun-temurunsebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur terhadap hari-hari besar umat Islam.
Meugang bermula pada masa kerajaan Aceh yang pertama kali dilaksanakan oleh Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17 (1607–1636 Masehi). Seiring berjalannya waktu, tradisi Meugang tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga memiliki nilai sosial dan religius yang sangat mendalam. Kegiatan ini sering kali dijadikan sebagai ajang berbagi dengan sesama, terutama kepada masyarakat yang kurang mampu.
Fadhlullah menjelaskan, bantuan Presiden ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Para bupati dan wali kota sudah diminta segera menindaklanjuti bantuan tersebut dengan melakukan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing.
Selain itu, para kepala daerah juga diminta bertanggung jawab penuh terhadap distribusi bantuan agar dilakukan secara merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas kepada warga terdampak bencana serta masyarakat di lokasi pengungsian. Penyaluran bantuan ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.
Usai penyaluran, pemerintah kabupaten dan kota diwajibkan menyampaikan dokumentasi kegiatan berupa foto atau video, serta laporan singkat realisasi bantuan kepada Biro Isra Sekretariat Daerah Aceh, paling lambat tiga hari setelah Ramadhan, untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.
Adapun 19 kabupaten dan kota penerima bantuan tersebut, meliputi Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil.
Selanjutnya, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan termasuk Simeulue, yang pada waktu bersamaan bencana hidrometeorologi Simeulue mengalami gempa bumi yg mengakibatkan beberapa kerusakan yg dialami masyarakat.
Fadhlullah berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi wujud kehadiran negara dalam membantu warga yang terdampak bencana, terutama dalam menyambut tradisi meugang dan bulan suci Ramadan.