Jalan utama Semarang-Grobogan lumpuh total imbas adanya genangan banjir yang mengepung wilayah Grobogan Jawa Tengah. Jalur kendaraan dialihkan ke Pantura. (Foto: Instagram/Satlantas Polres Blora).
SEMARANG, (ERAKINI) - Akses utama penghubung Semarang–Grobogan resmi ditutup total setelah diterjang banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Akibatnya, arus kendaraan terutama truk dan kendaraan bertonase besar harus dialihkan ke jalur alternatif demi menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.
Langkah cepat pun diambil oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blora untuk mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
Menurut Kasat Lantas melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Blora, Ipda Hadi Sutomo, kendaraan sumbu tiga ke atas, khususnya truk dan kendaraan berat, dialihkan melalui jalur Pantura, yakni rute Blora–Rembang–Semarang. Titik pengalihan arus telah dipasang di dua lokasi strategis, yaitu Perempatan Tugu Pancasila dan Perempatan Biandono, Blora. Petugas juga tampak berjaga untuk memberikan arahan langsung kepada para pengendara.
"Satlantas Polres Blora memberikan tanda imbauan untuk khusus sumbu tiga ke atas, terutama truk-truk kendaraan berat, kami alihkan di Simpang empat Tugu Pancasila dan Perempatan Biandono untuk ke arah Pantura (Blora - Rembang - Semarang)," kata Ipda Hadi Sutomo, Kamis (19/2/2026).
Tidak hanya kendaraan berat, mobil pribadi yang hendak menuju Semarang juga diarahkan menggunakan jalur alternatif. Pengendara disarankan mengambil rute selatan melalui Randublatung menuju Cepu, kemudian masuk ke akses jalan tol yang terhubung ke Semarang.
Langkah ini diambil untuk meminimalkan kepadatan sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan dari potensi bahaya akibat kerusakan infrastruktur di lokasi banjir.
Penutupan total jalur utama Semarang–Grobogan dipicu oleh amblesnya badan jalan di wilayah Tinanding, Grobogan, setelah diterjang banjir deras. Kondisi tersebut membuat ruas jalan tidak dapat dilintasi kendaraan untuk sementara waktu.
Pengalihan arus ini akan diberlakukan hingga proses perbaikan infrastruktur rampung dan jalur dinyatakan aman untuk dilalui kembali.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, mengikuti rambu dan papan informasi pengalihan arus, memperhatikan kondisi kendaraan sebelum menempuh jalur alternatif dan memantau informasi terkini terkait perkembangan situasi banjir.
Dengan kerja sama seluruh pengguna jalan, diharapkan arus lalu lintas tetap terkendali meskipun jalur utama sedang lumpuh total.
Sebelumnya telah diberitakan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari memicu banjir luas di berbagai kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat sebanyak 9.736 kepala keluarga (KK) di 45 desa terdampak akibat genangan air yang diperparah kiriman dari sungai-sungai di wilayah hulu.
Selain merendam rumah dan fasilitas umum, banjir juga mengakibatkan kerusakan bangunan. Di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, tercatat satu rumah mengalami rusak berat dan satu lainnya rusak sedang.