Kasus DBD di Cianjur Sudah Renggut 4 Nyawa
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kasus Demam Berdarah (DBD) di sejumlah wilayah Indonesia terus mengalami peningkatan. Pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap warga yang terkena DBD.
Berdasarkan data yang berhsil dihimpun Pemkab Cianjur, Jawa Barat sudah ada 30 kasus DBD, 4 orang diantaranya meninggal dunia. Kasus DBD pertama kali ditemukan di Cianjur pada Januari 2024.
Kepala Dinkes Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, sebagian besar dari ratusan warga tersebut mendapat pelayanan kesehatan langsung di RSUD yang ada di Cianjur, sehingga data tersebut berdasarkan warga yang menjalani perawatan.
"Kriteria Kemenkes dapat disimpulkan di tingkat pelayanan kesehatan yang diberikan terhadap pasien DBD di rumah sakit, sehingga yang tercatat saat ini sekitar 247 orang pasien yang terserang DBD selama dua bulan terakhir," katanya, Kamis (21/2/2024).
Ia menerangkan, untuk mengantisipasi meningkatnya kasus DBD di Cianjur, pihaknya mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan dini DBD yang disebar ke seluruh kecamatan yang terdampak.
Yusman menyebut, berbagai upaya antisipasi terus dilakukan termasuk melakukan gotong royong rutin membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing dari genangan air dan tempat yang dapat dijadikan nyamuk untuk bersarang dan berkembang biak.


















