Warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, hingga malam ini masih memilih di luar rumah karena was-was terjadi gempa susulan. Foto: Ist
BAWEAN, (ERAKINI) - Warga Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, hingga malam ini masih was-was terjadi gempa susulan. Bahkan warga panik terjadi tsunami setelah air laut Bawean disebut sempat meluap.
Warga hingga kini sudah mencari tempat yang lebih tinggi. Bahkan warga sudah mendirikan tenda darurat di atas gunung.
Kades Tambak Mustain mengatakan, hingga malam ini warga masih berada di luar rumah dan mencari tempat aman. Warga masih khawatir terjadi bencana susulan disusul .
Pihaknya sudah berusaha memberikan pemahaman kepada warga agar tetap tenang dan tidak panik. Namun sejumlah warga yang rumahnya di pesisir dekat pantai tetap saja khawatir dan memilih mengungsi mencari tempat yang lebih aman.
“Informasinya air laut meluap, dikhawatirkan tsunami. Tapi itu air laut mengalami pasang dan sudah biasa. Tapi kami warga tetap waspada dan khawatir,” jelasnya.
Warga Desa Telukjatidawang juga malam ini masih siaga dan sudah pergi mencari dataran tinggi. “Warga sementara tidak berada di rumah, semuanya mengungsi ke tempat yang aman,” kata Kades Telukjatidawang Fahrur Rozi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,5 di Laut Jawa, Tuban, tidak menunjukkan tanda-tanda potensi tsunami.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Daryono dalam keterangan tertulisnya mengatakan, berdasarkan kejadian dan parameter gempa bumi terjadi di wilayah Laut Jawa pada jarak 114 kilometer arah timur laut Tuban, Jawa Timur, pada kedalaman 12 kilometer.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Jawa, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser,” ujarnya.
Adapun dampak gempa bumi, kata dia, dirasakan di Pulau Bawean dengan intensitas V-VI MMI dengan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, barang-barang/pajangan terpelanting, terjadi kerusakan ringan.
Kemudian daerah Blora, Madura, Gresik, Surabaya, Kabupaten Banjar dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Lalu, daerah Mojokerto, Banjarbaru, Sampit, Banjarmasin, Martapura, Balikpapan, Tanah Grogot, Malang, Lumajang, Madiun, Nganjuk, Pasuruan, Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Semarang dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Kemudian daerah Yogyakarta, Kulon Progo, Kebumen, Temanggung, Blitar dan Solo dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono mengungkapkan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Pulau Bawean.
Dia menjelaskan, gempa bumi ini merupakan bagian rangkaian gempa bumi di Laut Jawa sebelumnya berkekuatan magnitudo 6,0 yang terjadi pada pukul 12.22 Wita hingga pukul 17.15 Wita.
Sementara hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 22 aktivitas gempa bumi. “Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya,” tandasnya.