Pemilik Daycare Wensen School Indonesia Meita Irianty yang kini jadi tersangka kasus penganiayaan balita di Depok. Foto: @tabeautystore
DEPOK, (ERAKINI) - Kasus penganiayaan balita di tempat penitipan anak, , Jalan Alternatif Cibubur Kav Ruko DDN, Harjamukti, Cimanggis, Depok, menjadi sorotan publik. Pelakunya adalah sang pemilik yang diketahui bernama (MI).
MI kini ramai jadi perbincangan di media sosial. Lantas siapa sosok pelaku? Sosok Meita Irianty sebenarnya tidak asing di media sosial. Meita Irianty merupakan influencer parenting yang cukup populer karena memiliki ribuan pengikut.
Ia kerap membagikan konten seputar kehidupan sehari-hari sebagai ibu, tips parenting, sampai ulasan produk untuk anak dan keluarga. Bahkan ia kerap membagikan momen kebersamaan dengan anak-anaknya yang diklaim sebagai sumber kebahagiaan.
Ia juga kerap membagikan edukasi soal anak di media sosialnya. Boleh dibilang Meita menyuarakan antikekerasan terhadap anak. Namun, media sosial miliknya kini sudah tidak bisa dibuka. Begitu juga website Wensen School, sudah tidak bisa diakses.
Selain influencer parenting, ia juga diketahui sebagai pengusaha skincare dengan merek Sarian Skincare. Dar usahanya ini Meita bisa menghasilkan rupiah hingga ratusan juta. Meita juga diketahui memiliki bisnis makanan, yakni Seblak Prasmanan WFC (Wensen Food Creative).
Perempuan yang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi dan melanjutkan studi di Fakultas Manajemen Universitas Terbuka, kemudian memilih mendirikan Wensen School Indonesia.
Lembaga pendidikan anak ini didirikan pada 30 Juni 2021 melalui SK nomor 421.1/8505/Disdik//2021 dengan izin operasional PAUD. Wensen School Indonesia kini memiliki berbagai cabang, seperti Depok dan Tangerang Selatan.
Melansir dari laman Instagramnya, Wensen School Indonesia memiliki berbagai kegiatan untuk anak didik. Mulai dari fun cooking, perlombaan, outing class, kegiatan melatih oral motorik, hingga Field Trip ke Gedung DPR RI.
Wensen School Indonesia memiliki beberapa kelas yang tersedia untuk anak didik. Mulai dari Kelas Montessori untuk bayi berusia 8-24 bulan, kelas PAUD untuk anak berusia 2-4 tahun, serta kelas TK A dan TK untuk anak usia 4-6 tahun.
Kemudian, kelas Pop Up untuk anak berusia 8 bulan hingga 6 tahun, daycare untuk bayi dan balita 8 bulan hingga 6 tahun, dan kelas online PAUD dan TK.
Wensen School juga menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari bahan ajar dan materi eksperimen, saind, practical life, fun cooking, dan fun learning. Seluruh anak didiknya mendapatkan ijazah bercap resmi dari Dinas Pendidikan.
Dari sisi izin usaha hingga reputasi, Wensen School terbilang tidak ada masalah. Bahkan, dari hasil pemeriksaan polisi terhadap orang tua korban, diketahui jika sang anak memang dititipkan di daycare setiap harinya.
"Sebenarnya ini menjadi hal yang biasa, cuma pada hari itu terjadi kekerasan terhadap anak ini," ujar Kapolres Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana.