Sarif Abdillah: Berbagai Inovasi Layanan Kesehatan Harus Berkelanjutan
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah menyebut berbagai inovasi kesehatan yang dilakukan pemerintah daerah harus dijalankan secara berkelanjutan.
Menurut dia, kesehatan adalah pondasi utama pembangunan yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) produktif dan berkelanjutan.
“Tanpa masyarakat sehat, pembangunan infrastruktur tidak akan berjalan optimal. Investasi pada kesehatan, seperti gizi dan layanan dasar, juga akan menciptakan generasi tangguh,” ungkapnya, Selasa (7/4/2026).
Kakung, sapaan akrab Sarif Abdillah, menambahkan, perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dalam pelaksanaannya.
“Karena dalam pembangunan kesehatan akan banyak tantangan, sehingga harus dilakukan secara komprehensif, sekaligus menguatkan pelayanan kesehatan,” jelas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 2025, ditemukan 9.020 kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kematian 75 jiwa. Selain itu, temuan Tuberkulosis (TBC) sebanyak 89.967 kasus, HIV baru 6.222 kasus, Malaria 703 kasus, Pneumonia pada balita 88.037 kasus, dan campak 7.195 kasus.

















