Rektor UIN Datokarama Lukman Thahir menerima kunjungan Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak. (Foto: Kemenag).
PALU, (ERAKINI) - Dua program studi baru yaitu Teknik Sipil dan Teknik Elektro bakal segera dibuka oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Palu. Fua program studi ini diharapkan dapat memperkuat Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) serta menjawab kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tengah.
Hal itu disampaikan oleh Rektor UIN Datokarama Lukman Thahir saat menerima kunjungan Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, di ruang kerjanya, di Kampus UIN DatokaramaPalu, Sulawaesi Tengah. Hadir dalam pertemuan tersebut, para wakil rektor dan dekan fakultas.
“Kehadiran ProdiTeknik Sipil dan Teknik Elektro akan melengkapi prodi yang sudah ada di FSAINTEK, yaitu Arsitektur, Sistem Informasi, dan Informatika,” jelas Rektor Lukman Thahir, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (9/11/2025).
Menurutnya, hal ini menegaskan komitmen UIN Datokarama untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan disiplin ilmu teknik yang aplikatif dan solutif.
Meski berstatus sebagai perguruan tinggi keagamaan, lanjut dia, UIN Datokarama juga berkomitmen mengembangkan rumpun ilmu umum. Saat ini kampus tersebut telah memiliki berbagai program studi di bidang Bahasa Inggris, IPA, IPS, Matematika, Ekonomi, Arsitektur, Sistem Informasi, dan Informatika.
Diungkapkan oleh Lukman bahwa, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar, bahkan mendorong pembukaan Fakultas Kedokteran di UIN Datokarama. Selain itu, rencana tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
“Kami pastikan dorongan ini akan segera kami realisasikan. Pembukaan Fakultas Kedokteran menjadi bentuk kontribusi UIN Datokarama dalam mendukung pembangunan bidang kesehatan di daerah,” ujarnya.
Adapun pengembangan program studi umum, kata Rektor UIN Datokrama, merupakan bagian dari implementasi Paradigma Mutiara Keilmuan UIN Datokarama, yang mengusung integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. “Langkah ini adalah upaya untuk memusatkan kembali ilmu pengetahuan, menempatkan wahyu sebagai jantung kehidupan intelektual,” katanya.