Rektor UIN SMH Banten Prof Ishom (berkopiah) dan jajaran pimpinan dan staf UIN Banten foto bersama usai menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Biro SDM Kementerian Agama RI, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: UIN Banten)
SERANG, (ERAKINI) - Dewan Pengawas Badan Layanan Umum UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar rapat koordinasi di Ruang Rapat Biro SDM Kementerian Agama RI, Selasa, 6 Januari 2026. Rapat yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini fokus pada penguatan tata kelola BLU serta perumusan strategi peningkatan kinerja institusi ke depan.
Rektor UIN SMH Banten, , mengatakan UIN SMH Banten merupakan salah satu satuan kerja yang lebih awal ditetapkan sebagai . Namun, ia mengakui capaian kinerja hingga kini belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
“Penetapan sebagai BLU sudah cukup lama. Tapi, secara kinerja, memang belum optimal. Kami berharap Dewan Pengawas yang baru bisa menjadi pengungkit untuk perbaikan kinerja dan nilai BLU,” ujar Prof Ishom Rabu, (6/1/2026).
Meski demikian, ia menilai terdapat perkembangan positif pada aspek tata kelola. Berdasarkan data yang dipaparkan, maturity rating BLU UIN SMH Banten pada 2024 mencapai angka 2,9. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di level 2,09.
“Peningkatan ini menjadi modal awal. Dari sisi tata kelola, kita mulai membaik. Selanjutnya, capaian ini harus diterjemahkan ke dalam peningkatan kinerja yang lebih terukur,” kata Prof Ishom.
Sementara itu, Ketua Dewas UIN SMH Banten, Rohman Basori, menegaskan rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara Dewas dan pimpinan universitas.
Menurutnya, Dewas memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, saran, dan evaluasi terhadap pengelolaan institusi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Dewas tidak hanya mengawasi, tetapi juga mendorong perbaikan. Sinergi yang kuat menjadi kunci agar BLU UIN SMH Banten bisa naik kelas,” ujar Rohman.
Ia juga menekankan pentingnya mendekatkan UIN SMH Banten dengan Kementerian Agama pusat. Rohman mendorong agar sumber daya manusia di lingkungan kampus dipersiapkan untuk berperan aktif di tingkat nasional, termasuk sebagai reviewer penelitian dan program strategis lainnya.
“Persaingan PTKIN itu bersifat nasional. Kita harus punya mental dan kinerja yang kompetitif,” ucapnya.
Rohman menilai posisi BLU UIN SMH Banten saat ini masih berada pada kategori middle class. Untuk keluar dari posisi tersebut, universitas perlu melakukan diversifikasi pendapatan dengan memperkuat unit-unit bisnis yang ada. Selain itu, peningkatan prestasi mahasiswa, kualitas publikasi ilmiah, serta pemetaan aspek penilaian BLU secara sistematis juga menjadi perhatian utama.
Kendati demikian, Wakil Rektor II UIN SMH Banten, Ali Muhtarom, memaparkan sejumlah langkah pengembangan bisnis kampus yang tengah berjalan. Di antaranya penetapan tarif ruko hasil revitalisasi Kampus I, pengembangan klinik kampus yang direncanakan bekerja sama dengan BPJS, serta pengelolaan parkir melalui kerja sama dengan Jasamarga.
“Selain itu, kami juga mengelola unit bisnis lain seperti kantin, training center, dan daycare,” kata Ali.
Menanggapi hal tersebut, Rohman Basori merekomendasikan peningkatan kualitas unit bisnis yang sudah ada. Ia mendorong pengembangan klinik menjadi klinik pendidikan yang kompetitif, serta pengembangan toko merchandise kampus. Untuk pengelolaan parkir, ia mengingatkan agar skemanya tidak membebani mahasiswa dan bisa diintegrasikan dalam komponen UKT.
Terkahir, Kepala Biro AUPK UIN SMH Banten, Zaenuri, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat tata kelola keuangan BLU yang transparan dan terintegrasi. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja serta melakukan evaluasi rutin terhadap seluruh unit bisnis.
Dalam rapat tersebut, anggota Dewas lainnya, Wilda Farah, juga mengingatkan pentingnya penguatan aspek kepatuhan dan percepatan penyusunan Rencana Strategis 2025 agar selaras dengan kebijakan Kementerian Agama RI