KPU Kabupaten Bogor menetapkan pasangan calon nomor urut 1, Rudy Susmanto-Ade Ruhandi, sebagai pemenang pemilihan bupati dan wakil bupati 2024. Foto: Ist
BOGOR, (ERAKINI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menetapkan pasangan calon nomor urut 1, Rudy Susmanto-Ade Ruhandi, sebagai pemenang pemilihan bupati dan wakil bupati pada Pilkada Serentak 2024.
Ketua KPUKabupaten Bogor, Muhammad Adi Kurnia, mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pilkada 2024, baik untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, maupun Bupati dan Wakil Bupati Bogor.
Pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, pasangan Rudy-Ade, meraih perolehan suara signifikan, yaitu 1.559.328 suara. Sementara pasangan calon nomor urut 2, Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman, memperoleh 599.453 suara.
Sedangkan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, pasangan calon nomor urut 4, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, unggul di Kabupaten Bogor, dengan perolehan 1.374.960 suara.
Disusul pasangan nomor urut 3, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie memperoleh 392.306 suara, pasangan nomor urut 1 Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan 254.342 suara, dan pasangan nomor urut 2, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja sebanyak 175.866 suara.
Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Bogor pada Pilkada 2024 berjumlah 3.926.080 orang, dan 2.305.242 menggunakan hak suaranya. Dari jumlah tersebut, 2.158.781 suara dinyatakan sah, sementara 146.461 suara lainnya tidak sah.
Dengan demikian, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bogor pada Pilkada 2024 tercatat hanya 58,7%, atau sekitar 1.620.838 pemilih tidak memberikan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS).
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor yang telah berpartisipasi aktif dalam pilkada ini. Kami akan terus memastikan transparansi dan integritas dalam setiap tahap proses pemilu," ungkap Adi dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).
Diketahui, Pilkada Kabupaten Bogor 2024 hanya diiikuti dua pasangan calon. Pasangan Rudy-Ade diusung oleh 17 partai politik, termasuk delapan partai parlemen yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, PAN, Partai Demokrat, PKS, PKB, dan Partai NasDem. Sementara pasangan Bayu-Kang Mus hanya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).