CJIBF 2026, Potensi Investasi Rp19,07 Triliun Bakal Masuk Jateng
Hendrati Hapsari
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatatkan potensi investasi Rp19,07 Triliun melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan, CJIBF menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
“Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.
Setiap daerah di Jateng, kata Luthfi, memiliki potensi yang berbeda, sehingga strategi investasi perlu disesuaikan dengan karakter dan keunggulan masing-masing daerah. “Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan investasi tidak hanya berkembang di pusat ekonomi tertentu, tetapi juga menciptakan pusat pertumbuhan baru di berbagai wilayah,” kata dia.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong agar pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. Jawa Tengah, kata dia, memiliki sekitar 4,2 juta UMKM skala mikro yang perlu didorong agar mampu berkembang dan masuk dalam rantai pasok industri. “Yang dibutuhkan bukan hanya permodalan dan pemasaran, tetapi bagaimana usaha mikro bisa naik kelas menjadi kecil atau menengah,” katanya.
Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026).

















