Kasus Anak YBS Tamparan Keras buat Pemerintah
SusiloKamis, 5 Februari 2026 | 10:23 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut kasus yang menimpa anak YBS (10), siswa kelas IV SD yang tewas gantung diri di Kabupaten Ngada, merupakan tamparan keras buat pemerintah dan kemanusian. Keluarga YBS memang tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah karena kendala administrasi kependudukan lantaran berpindah domisili dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada. Meski demikian, ia menilai kejadian ini merupakan kegagalan pemerintah dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap persoalan sosial masyarakat.














