Nilai tukar rupiah mengalami rebound tipis pada penutupan perdagangan, Jumat (20/12/2024), setelah sebelumnya tertekan lebih dari 1 persen. Foto: Ilustrasi/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Nilai tukar rupiah mengalami rebound tipis pada penutupan perdagangan, Jumat (20/12/2024), setelah sebelumnya tertekan lebih dari 1 persen di hari Kamis. Kurs rupiah menguat 0,59% ke level Rp16.194 per dolar AS.
Berdasarkan data Refinitiv, pada penutupan perdagangan sore ini, rupiah tercatat menguat 0,58% ke posisi Rp16.190 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak fluktuatif, sempat menyentuh level terendah Rp16.185 dan mencapai posisi terjauh di Rp16.305 per .
Penguatan rupiah pada hari ini dipicu oleh melemahnya Indeks Dolar AS (DXY) yang tercatat turun 0,16% pada pukul 15.00 WIB, ke posisi 108,231. Pelemahan DXY memberi dampak positif bagi mata uang lainnya, termasuk rupiah.
Selain itu, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh pelonggaran ketidakpastian pasar internasional, serta pergerakan positif di sejumlah indikator ekonomi utama. Salah satunya adalah stabilisasi sentimen di pasar saham AS, di mana indeks Dow Jones Industrial Average berhasil keluar dari tren pelemahan terpanjangnya sejak 1974, meskipun hanya menguat tipis 0,04% ke level 42.342,24.
Sementara itu, di pasar saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup stagnan, menguat tipis 6,62 poin atau 0,09% ke level 6.983,86. Pergerakan IHSG cukup fluktuatif sepanjang hari, sempat memasuki zona merah sebelum berbalik arah.
Rentang pergerakan IHSG berada di kisaran 7.032,4 hingga 6.931,58. Dalam perdagangan hari ini, nilai transaksi IHSG tercatat mencapai Rp12,48 triliun dengan volume transaksi mencapai 19,9 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,01 juta kali.
Sebanyak 296 saham mengalami penguatan, sementara 288 saham melemah. Sebagian besar penguatan terjadi pada saham-saham sektor energi dan teknologi, yang masing-masing menguat 0,60% dan 0,33%.
Sektor infrastruktur juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,20%, meskipun sektor industri mencatatkan pelemahan sebesar 0,95%. Beberapa saham energi yang menjadi pendorong penguatan IHSG antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 10%, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik 3,81%, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang melesat 3,77%.
Saham-saham teknologi juga mengalami lonjakan signifikan, seperti PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) yang terbang 9,76%, PT Itsec Asia Tbk (CYBR) yang menguat 9,71%, dan PT WIR Group Tbk (WIRG) yang melonjak 6,25%.
Namun, meskipun pasar saham AS dan beberapa sektor domestik mengalami pergerakan positif, bursa Asia pada siang hari ini umumnya bergerak melemah. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,30%, Indeks Strait Times Singapura terkoreksi 1,14%, Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,29%, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai masing-masing turun 0,16% dan 0,06%.