Siap-siap! Harga BBM Bakal Naik Imbas Perang Iran-Israel
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Harga minyak dunia berpotensi naik jika perang Iran-Israel terus berlarut-larut. Kondisi ini dapat memicu tekanan terhadap inflasi global serta mengganggu stabilitas ekonomi domestik, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
“Jika perang ini berlarut-larut tentu tren harga minyak dunia akan naik, karena sekitar 20 persen konsumsi minyak global didistribusikan melalui Selat Hormuz,” jelas Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, Senin (23/6/2025).
Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz akan menyulitkan distribusi barang dalam perdagangan global, mendorong harga-harga naik, dan berujung pada lonjakan inflasi dunia.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran krusial yang menjadi penghubung utama pasokan minyak dari Timur Tengah ke seluruh dunia. Hampir 15 juta barel minyak mentah per hari, atau sepertiga dari perdagangan global, melewati selat ini.
Diketahui, ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak setelah Parlemen Republik Islam Iran pada Minggu (22/6) menyetujui usulan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh aktivitas pelayaran. Keputusan final akan ditentukan oleh Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran.
Langkah itu diambil sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik yang dipicu oleh aksi militer Israel, dengan dukungan AS, terhadap Iran sejak 13 Juni lalu.

















