Febrio Nathan Kacaribu kini punya tugas baru. RUPSLB Bank Negara Indonesia (BNI) menunjuk Febrio Nathan Kacaribu sebagai komisaris perusahaan. Foto: Instagram @ditjensef
JAKARTA, (ERAKINI) -Febrio Nathan Kacaribu kini punya tugas baru. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Negara Indonesia (BNI) menunjuk sebagai komisaris perusahaan.
Febrio menggantikan posisi Suminto yang mendapat penugasan baru sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan.
BNI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang didirikan pada 5 Juli 1946. BNI merupakan bank milik negara pertama yang menjadi BUMN setelah mencatatkan saham di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996.
Menjadi Komisaris BNI, Febrio memiliki tugas utama melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai perseroan maupun usaha perseroan yang dilakukan oleh direksi, serta memberikan nasihat kepada direksi.
Termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Perseroan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS, maupun peraturan perundangan-perundangan yang berlaku untuk kepentingan perseroan.
Febrio diketahui saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan. Dia adalah arsitek strategi fiskal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Febrio juga saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020.
Dirangkum Erakini Kamis (18/12/2025), Febrio memiliki latar belakang sebagai dosen dan peneliti senior di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). Bidang penelitiannya adalah makroekonomi, ekonometrika, teori moneter, ekonomi keuangan, dan analisis kebijakan publik.
Febrio merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 1996 (TN 4). Menariknya, Febrio merupakan senior empat menteri dalam Kabinet Merah Putih di SMA Taruna Nusantara.
Keempatnya adalah Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunanan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1997 (TN 5). Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Sugiono. Sugiono satu angkatan dengan AHY di SMA Taruna Nusantara (TN 5).
Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Prasetyo merupakan Alumni SMA Taruna Nusantara tahun 1998 (TN 6). Lalu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Teddy merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2007 (TN 15).
Febrio lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, pada 27 Februari 1978. Febrio dikenal sebagai salah satu ekonom berprestasi dengan rekam jejak akademik dan birokrasi yang cemerlang.
Febrio meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002, gelar Master dari Australian National University, Australia, pada 2005, dan gelar PhD in Economics dari University of Kansas, USA pada 2014.
Sebelum menjadi pejabat Kemenkeu, Febrio memiliki latar belakang sebagai seorang peneliti dan dosen. Kariernya dimulai sebagai peneliti senior di LPEM FEB UI pada 2005, serta menjadi dosen di Departemen Ilmu Ekonomi UI hingga 2020.
Karier birokrasi Febrio dimulai ketika Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantiknya sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 3 April 2020, menggantikan Suahasil Nazara yang naik menjadi Wakil Menteri Keuangan.
Penunjukan Febrio sebagai Kepala BKF bukan karena penilaian subjektif dari Menkeu. Jabatan itu ia peroleh setelah Febrio melalui proses seleksi terbuka.
Tugas dan tantangan Febrio tidaklah mudah di awal menjadi pejabat Kemenkeu. Indonesia saat itu tengah menghadapi awal pandemi Covid-19 yang mengguncang sistem keuangan global.
Tahun 2020 kondisi makro dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam tekanan besar. Sebagai Kepala BKF, Febrio harus merumuskan kebijakan fiskal yang tangguh untuk menopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus menyiapkan fondasi pemulihan fiskal pada 2021.
Di bawah kepemimpinannya, BKF memainkan peran penting dalam merancang kebijakan penanganan dampak ekonomi pandemi, serta menjaga kredibilitas APBN di tengah tekanan luar biasa. Atas kinerja dan dedikasinya, Febrio masuk dalam daftar Top 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Teladan 2021. Tak salah jika kepercayaan terhadapnya terus berlanjut.
Pada 23 Mei 2025, ia dilantik sebagai Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal. Jabatan tersebut sebelumnya merupakan posisinya sebagai Kepala BKF yang berganti nama sesuai Peraturan Presiden Nomor 158 Tahun 2024.
DJSEF kini menjadi unit eselon I strategis di Kementerian Keuangan yang bertugas merumuskan dan melaksanakan strategi ekonomi dan fiskal nasional. Lingkup kerjanya meliputi kebijakan makrofiskal yang berfokus pada stabilisasi ekonomi, pemerataan kesejahteraan, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, perpajakan, penerimaan negara bukan pajak, serta perencanaan APBN.