SEMARANG, (ERAKINI) - Kementerian Keuangan Perwakilan Jawa Tengah mencatat realisasi penerimaan negara di provinsi ini pada dua bulan pertama 2026 mencapai Rp19,43 Triliun.
Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah, Arief Yanuar mengatakan, realisasi pendapatan negara didukung oleh kinerja positif seluruh komponen.
“Penerimaan negara di Jawa Tengah mencapai Rp19,43 Triliun atau sebesar 14,83 persen dari target,” kata Arief, di Kota Semarang, Kamis (26/3/2026).
Dia menilai, penerimaan pajak mencapai Rp8,70 triliun atau 13,76 persen dari target. Adapun, penerimaan bea dan cukai sebesar Rp9,16 Triliun atau 14,90 persen dari target. Sedangkan, kata dia, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,57 triliun atau 24,76 persen dari target.
Menurut dia, belanja negara terus berperan sebagai penggerak ekonomi dengan realisasi hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp17,13 Triliun.
“Belanja K/L terealisasi Rp3,30 triliun atau 8,57 persen pagu artinya tumbuh 17,6 persen secara yoy. Selain itu, Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp13,83 Triliun atau tumbuh 0,35 persen secara yoy,” kata dia.
Dia menyebutkan, APBN di Jawa Tengah menunjukkan surplus sebesar Rp2,30 Triliun. Sinergi belanja pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjaga ritme aktivitas ekonomi, termasuk meminimalkan dampak fluktuasi ekonomi global dan domestik pada periode awal tahun 2026.
"Secara keseluruhan, kinerja fiskal Jawa Tengah hingga akhir Februari 2026 tetap solid. Pendapatan negara menunjukkan kinerja positif, sementara belanja negara terus berperan sebagai pengungkit dalam aktivitas ekonomi," kata dia.