Ini Modus Penipuan yang Marak Jelang Ramadan, Masyarakat Diimbau Waspada
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penipuan yang biasa marak muncul menjelang Ramadan hingga Lebaran.
"Menjelang Ramadan, kejahatan keuangan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan konsumsi masyarakat. Masyarakat diharapkan mewaspadai beberapa modus kejahatan keuangan," ujar Friderica, dalam keterangannya dikutip, Jumat (21/2/2025).
Friderica menjelaskan bahwa sejumlah modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain adalah penawaran arisan yang mengatasnamakan persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri dan investasi bodong yang menjanjikan imbal balik tinggi. Selain itu, ada juga modus social engineering, yaitu manipulasi psikologis korban untuk memperoleh data pribadi dan membobol akun keuangan.
Modus penipuan lainnya termasuk skimming dan phishing, yang melibatkan pencurian data kartu ATM atau kredit melalui alat skimming atau tautan palsu yang menyerupai situs resmi bank. Friderica juga memperingatkan tentang modus card tapping, di mana alat dipasang di lubang kartu ATM untuk mengambil alih kartu nasabah.
Kemudian ada juga modus sniffing, yakni tindakan penyadapan oleh hacker yang menggunakan jaringan internet untuk mencuri informasi sensitif seperti username, password m-banking, dan informasi kartu kredit melalui aplikasi yang dikirimkan via WhatsApp atau email.

















