2,2 Juta Warung Kelontong Rakyat Bangkrut Tergerus Ritel Modern
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mencatat jumlah warung kelontong rakyat di seluruh Indonesia terus menyusut akibat kehadiran ritel modern. Pada akhir 2025 hanya tersisa sekitar 3,9 juta warung, turun drastis dari 6,1 juta unit di 2007.
Ketua Umum APKLI Ali Mahsun menyebut penyusutan ini tak lepas dari pesatnya ekspansi ritel modern yang ditopang kebijakan perizinan lebih longgar.
“Lebih dari 2 juta warung kelontong gulung tikar sejak kebijakan penyederhanaan izin ritel modern diberlakukan,” ujar Ali Maksun dalam keterangannya dikutip Jumat (27/2/2026).
Dalam audiensi dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Kamis (26/2/2026), Ali menegaskan kebijakan ritel modern tidak boleh mengorbankan keberlangsungan usaha rakyat.
“Kami tidak bermusuhan dengan ritel modern, tapi kita ingin ekonomi rakyat berputar. Kedaulatan ekonomi rakyat harus kembali kita rengkuh. Ekonomi desa berputar untuk desa, ekonomi kecamatan untuk kecamatan,” katanya.
APKLI mengusulkan agar pemerintah memperkuat kembali implementasi aturan penataan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan.


















