Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Foto: ekon.go.id
JAKARTA, (ERAKINI) - Pemerintah optimistis pesta demokrasi Pemilu 2024 dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi ketidakstabilan kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menuturkan, perekonomian Indonesia selama 8 kuartal berturut-turut tumbuh di atas 5% hingga Kuartal III-2023. Oleh karena itu, ia optimistis tahun ini ekonomi nasional akan semakin baik.
“Pertumbuhan ekonomi di 2023 sudah cukup kuat, dan kita optimistis di 2024 akan lebih baik lagi. Apalagi pada Kuartal I-2024 ini kita akan menyambut hajatan pemilu, tepatnya pada 14 Februari 2024. Tentunya hal ini akan menjadi momentum positif bagi Indonesia,” ungkap Susiwijono dalam acara Investortrust Economic Outlook 2024 dengan tema Investasi dan Sektor Bisnis yang Bertumbuh di Tahun Politik, di Jakarta, Kamis (25/1/2024).
Secara historis, kata dia, periode pemilu cenderung mendorong aktivitas ekonomi dalam negeri melalui belanja pemerintah dan belanja konsumsi lainnya, terutama lembaga non-profit yang melayani rumah tangga. Selain itu, aktivitas pemilu juga akan menumbuhkan PDB riil dan meningkatkan perputaran jumlah uang beredar.
Ia membeberkan, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan dinilai mampu menghadapi ketidakstabilan kondisi geopolitik dan ekonomi global saat ini. Perekonomian Indonesia tumbuh positif 4,94% (yoy) atau 5,05% (ctc) pada kuartal ketiga 2023 dengan tingkat inflasi yang masih terkendali dalam kisaran sasaran 3,0±1% yakni sebesar 2,61% (yoy) pada bulan Desember 2023.
Neraca perdagangan Indonesia juga kembali mencatatkan surplus pada bulan Desember 2023 dengan nilai yang mencapai USD3,31 miliar. Angka tersebut kembali melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020 atau telah berlangsung selama 44 bulan berturut-turut. Bahkan untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 tercipta surplus dengan Tiongkok yakni sebesar USD2,06 miliar pada tahun 2023.
Sebelumnya, dalam acara Investor Daily Round Table yang bertema “Tantangan Ekonomi di Tahun Politik” di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (24/1/2024), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa kinerja ekspor sepanjang tahun 2023 mampu mencetak USD258,82 miliar dan masih lebih tinggi dari nilai impor yang sebesar USD221,89 miliar.
“Dengan demikian sebetulnya langkah-langkah makro yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sudah berada dalam track yang benar. Demikian pula mengenai pendapatan per kapita kita, pasca Covid-19 ini kita masuk di upper middle income country lagi. Tidak banyak negara masuk di upper middle income country secara konsisten. Diperkirakan di tahun 2024, income per kapita bisa menembus di angka USD5.300 sampai dengan USD 5.400,” ungkap Airlangga.
Dalam kesempatan itu Airlangga membeberkan sejumlah kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung penguatan ekonomi Indonesia. Seperti Program Bantuan Pangan yang turut menjaga daya beli dan level inflasi nasional, pemberdayaan UMKM melalui program KUR, penguatan daya saing dan nilai tambah industri melalui hilirisasi, mendorong ekspor dan menjaga resiliensi sektor eksternal, peningkatan produktivitas SDM, pemerataan pembangunan dan konektivitas, peningkatan kerja sama internasional, serta kemudahan berusaha dan peningkatan investasi.