Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyebut pertumbuhan pesat sistem pembayaran digital QRIS menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi digital yang kini diakui dunia. Foto: Dok BPMI Sekretariat Wakil Presiden
JAKARTA, (ERAKIN) - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyebut pertumbuhan pesat sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi digital yang kini diakui dunia. Keberhasilan kini mulai membuat 'gerah' pihak lain di luar negeri.
“QRIS bukan hanya jago kandang, tapi sudah bisa digunakan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan sebentar lagi di Jepang dan Korea Selatan,” ujar Gibran dalam video monolog bertajuk *"Scan Qiris-nya: Ini Tentang Kedaulatan Ekonomi Bangsa"* yang dirilis Sekretariat Wapres, Minggu (18/5/2025).
QRIS, kata Gibran, telah menjadi solusi transaksi praktis tanpa harus bergantung pada uang tunai, kartu, atau mesin EDC. “Tidak heran jika penggunaannya meledak luar biasa dan sedikit membuat gerah pihak lain,” tambahnya.
Saat ini pengguna QRIS telah mencapai lebih dari 56 juta orang, dengan jumlah merchant yang terdaftar sebanyak 38 juta. Nilai transaksi QRIS pun melonjak drastis, tumbuh 149 persen dibanding tahun lalu, dan kini mencapai Rp104 triliun. “Sehingga, tidak heran jika penggunaannya meledak luar biasa dan sedikit membuat gerah pihak lain," katanya.
QRIS juga memberi dampak besar bagi pelaku UMKM. QRIS tidak hanya memudahkan customer, tapi juga memberikan manfaat bagi pedagang kaki lima, usaha rumahan dan UMKM, baik dari sisi digitalisasi maupun akses terhadap layanan jasa keuangan. Sebesar 93% merchant pengguna QRIS saat ini berasal dari sektor UMKM, yang menunjukkan adopsi digital yang meluas di kalangan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
"Belanja barang di mal, jajan cendol, kerak telur, seblak di pedagang kaki lima, atau bahkan memberikan donasi di masjid, bisa hanya dengan menggunakan HP melalui QRIS," bebernya.
Ia juga menyoroti kontribusi besar generasi Z dalam mempercepat transformasi digital di sektor keuangan. Menurutnya, generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 itu menjadi penggerak utama dalam adopsi QRIS sebagai gaya hidup baru.
“Siapa Gen Z di sini yang sering pakai QRIS? Terima kasih karena kecepatan dan kemampuan kalian dalam mengadopsi teknologi baru memberi manfaat terhadap pengembangan produk teknologi dalam negeri kita,” kata Gibran.
Data Bank Indonesia per Maret 2025 mencatat, volume transaksi QRIS melonjak 173 persen dari tahun sebelumnya, dengan total lebih dari 1 miliar transaksi. Gibran lalu menyinggung kondisi sebelum hadirnya QRIS, di mana transaksi masih bergantung pada kartu, uang tunai, atau EDC yang hanya tersedia di toko besar.
Kini, cukup dengan ponsel, siapa pun bisa bertransaksi secara cepat dan aman. QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia dan ASPI membuktikan bahwa Indonesia mampu menjaga kedaulatan melalui industri keuangan nasional.
"Seperti yang telah ditegaskan oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa industri keuangan merupakan garda terdepan dan benteng dalam menjaga kedaulatan sebuah bangsa dan QRIS merupakan bagian dari ekosistem industri keuangan kita," tukasnya.