CEO TikTok Show Zi Chew Ucapkan Terima Kasih ke Presiden Donald Trump
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Sekitar 170 juta pengguna TikTok di Amerika Serikat (AS) bisa sedikit lega setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia akan memberikan perpanjangan waktu selama 90 hari bagi platform media sosial asal China tersebut untuk memenuhi persyaratan, sebelum akhirnya benar-benar dilarang.
Trump, yang akan dilantik sebagai Presiden AS pada Senin (20/1/2025), menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai nasib TikTok sebaiknya ditangani oleh pemerintahan barunya. Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut akan diumumkan pada Senin, dan kemungkinan besar perpanjangan waktu selama 90 hari akan dilakukan karena dianggap sebagai langkah yang tepat.
"Saya rasa itu adalah salah satu opsi yang akan kami pertimbangkan. Perpanjangan 90 hari kemungkinan besar akan dilakukan karena itu adalah langkah yang tepat. Kami harus memeriksanya dengan hati-hati, ini adalah situasi yang sangat besar," ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.
Sementara itu, TikTok mengucapkan terima kasih kepada Trump atas kebijakan tersebut. Dalam sebuah video yang beredar pada Selasa (21/1/2025), CEO TikTok, Show Zi Chew, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Trump atas komitmennya untuk mencari solusi agar TikTok tetap tersedia di AS. Keputusan ini menjadi dampak dari sikap Trump selama kampanye 2024, yang berjanji akan "menyelamatkan TikTok" jika terpilih kembali. Chew juga berterima kasih kepada pengguna TikTok di Amerika Serikat yang telah mendukung platform ini.
Namun, meskipun Trump memilih untuk memberi perpanjangan waktu, kemungkinan tersebut masih belum jelas karena Kongres AS bisa saja menentang kebijakan ini meskipun pemerintahannya tidak menegakkan larangan tersebut.
















