JAKARTA, (ERAKINI) – Bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh agama Islam, serta pimpinan pondok pesantren, Presiden RI Prabowo Subianto membahas upaya pengembangan lembaga Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) bagi penguatan ekonomi keumatan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Adapun pertemuan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus dialog strategis antara Presiden dan para pemuka agama yang membahas berbagai isu kebangsaan dan keumatan.
Menurut Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar, ini merupakan pertemuan ketiga antara Presiden Prabowo dengan ormas-ormas agama Islam. Dalam pertemuan itu, Presiden dan para tokoh membahas sejumlah isu strategis, salah satunya mengenai pengembangan LPDU sebagai instrumen penguatan ekonomi keumatan.
Pengelolaan dana umat ke depan, kata dia, akan didorong agar lebih profesional dan transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. “Nanti mungkin akan ada semacam sentuhan-sentuhan manajemen dari para profesional, sehingga dengan demikian efisiensi, efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri,” kata Menag Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip Erakini dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (4/2/2026).
Menag dalam pertemuan tersebut menyebut bahwa Presiden Prabowo membuka ruang komunikasi dan diskusi bersama para tokoh agama. “Bapak Presiden menyetujui akan adanya komunikasi intensif dengan para tokoh-tokoh agama. Sangat terbuka tadi. Presiden juga kelihatan sangat menikmati diskusi dengan pimpinan-pimpinan keagamaan terutama para kiai, para ulama, pimpinan pondok pesantren tadi,” katanya.
Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut juga membuka ruang komunikasi intensif dengan para tokoh agama. Diskusi berlangsung hidup, penuh gagasan, dan ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo untuk terus merawat kebersamaan serta mendengar langsung aspirasi para ulama dan pimpinan pondok pesantren.