Ponpes Quantum IDEA mengikuti Expo Kemandirian Pesantren 2024 yang digelar Kemenag, di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat. Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) - Pesantren kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia dengan beragam unit usaha yang ditekuni. Program Kemandirian Pesantren yang dicanangkan Kementerian Agama () telah membuat pesantren di Indonesia berlomba-lomba mengembangkan bisnis.
Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Quantum Islamic Development and Entrepreneurship Area (IDEA). Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, ini terus menggalakkan program kewirausahaan santri.
Pimpinan Harian Pondok Pesantren Quantum IDEA, M Amin Tahmid, mengungkapkan, sejak berdiri pada 9 tahun lalu, Pondok Pesantren IDEA terus mengembangkan unit usaha. Saat ini, Pondok Pesantren Quantum IDEA telah memiliki delapan program kewirausahaan santri, mulai dari pembuatan sabun, sambal botol, abon es krim hingga produk makanan lainnya.
Bahkan, Ponpes Quantum IDEA sudah memiliki pabrik bernama PT Karunia Bumi Lestari. Pabrik ini memproduksi kompor gas dan kompor induksi (listrik) dengan merek Suntri. Memang, pabrik ini bukan sepenuhnya milik pesantren, tetapi mereka punya investasi di sana.
"Alhamdulillah, pesantren punya investasi di program ini (pembuatan kompor). Dan ini nanti akan menjadi penopang kegiatan kami," ujarnya ditemui di lokasi Expo Kemandirian Pesantren 2024, di Trans Studio Mall Bandung, Jawa Barat.
M Amin mengungkapkan bahwa pendirian Ponpes Quantum IDEA merupakan sumbangsih para alumni ITB tahun 1976. Mereka membentuk yayasan kemudian masing-masing memberikan infaq dan shadaqah setiap bulannya. Selain ditopang para alumni ITB tersebut, keuangan pesantren juga selama ini ditopang dana CSR dari salah satu perusahaan kompor, yakni Quantum.
Namun, ke depan ia berharap pesantren ini benar-benar mampu mandiri sebagaimana yang dicanangkan Kemenag. "Mudah-mudahan kemandirian kami bisa cepat terbuka, karena kami sekarang ini masih ketergantungan dengan donatur, walaupun untuk kebutuhan dapur, seperti cabai, tomat, dan lain-lain sudah terpenuhi," bebernya.
M Amin mengungkapkan bahwa bisnis yang dijalankan pesantren saat ini cukup berjalan bagus. Untuk sambal botol dan sabun misalnya, sudah bisa memproduksi hingga 200 botol per bulan.
Saat ini pemasarannya memang masih terbatas di kalangan guru dan keluarganya, serta masyarakat sekitar. Namun, ia yakin, ke depan unit usaha mereka itu bakal berkembang.
Satu hal yang tengah diincar Pesantren Quantum IDEA adalah pembuatan bahan baku produk kompor. Pihaknya berharap para santri setelah lulus bisa menjadi entrepreneur. Saat ini, 70% bahan baku produksi kompor masih produk dalam negeri. Artinya, bahan baku tersebut tersedia di dalam negeri dan itu bisa menjadi peluang usaha.
"Yang 70% ini nanti kalau bisa dikerjakan oleh para santri, mungkin kita bisa carikan mesinnya dan mereka akan membuat apa yang diminta. Seperti misalkan selang, inikan dari dalam negeri, sangat mudah bikinnya. Ini juga (kompor) sangat mudah dirakit, termasuk yang lain-lain, banyak komponen yang bisa nantinya dikerjakan oleh santri," bebernya.
Selain kompor tabung, PT Karunia Bumi Lestari juga memproduksi kompor induksi atau kompor listrik. Pihaknya saat ini sedang mencoba ikut program pemerintah untuk konversi kompor gas ke kompor induksi.
"Alhamdulillah, saya mohon doanya, kompor induksi kami ini sekarang sedang mencoba masuk ke program pemerintah. Kompor induksi ini sudah ada pemesanan hampir 400.000 unit," ucapnya.
Ia menilai program Kemandirian Pesantren yang dicanangkan Kemenag sangat bagus. Hal ini sejalan dengan konsep awal pendirian Pesantren IDEA.
"Memang pada awalnya kami mendirikan pesantren, kami sangat berharap mandiri. Kita sudah mulai dari kemandirian santri dengan bercocok tanam. Saat ini santri sudah bisa jual minimal 50 kg kangkung, hasilnya semua ke santri. Mereka bisa punya uang Rp250.000 satu blok. Kalau misalkan dia aktif bisa sampai dua atau tiga blok, kan lumayan," bebernya.
"Program Kemandirian Pesantren yang dicanangkan oleh Kementerian Agama sangat kita dukung, dan mudah-mudahan berkelanjutan, sehingga benar-benar pesantren ini menjadi mandiri," sambungnya.
Expo Kemandirian Pesantren merupakan rangkaian menyambut Hari Santri 2024 yang digelar Kemenag mulai 8-12 Oktober 2024. Pemeran bisnis pesantren ini diikuti 55 booth, dimana 51 di antaranya adalah bisnis pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran produk-produk unggulan pesantren ini merupakan hasil dari program bantuan inkubasi bisnis pesantren yang telah menjadi program prioritas Kemenag.
Kemandirian Pesantren merupakan program besar yang dicanangkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada 2021. Melalui program ini, 432 badan usaha baru di lingkungan pesantren telah dirasakan banyak manfaatnya, bahkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.
Menag mengatakan bahwa Kemandirian Pesantren adalah bentuk komitmen negara kepada pesantren yang telah banyak berjasa kepada negara.
“Program Kemandirian Pesantren menjadi program prioritas yang harus dilaksanakan. Saat ini kita sudah mencapai 3.600 pesantren penerima bantuan inkubasi. Harapannya ini akan terus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya," kata Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut, saat membuka Gebyar Expo Kemandirian Pesantren di Trans Studio Mall Bandung, Kamis (10/10/2024).
“Pesantren harus kuat secara ekonomi, sehingga tidak bergantung kepada siapapun. Jika hari ini adalah akhir perpisahan kita, maka pesantren tidak perlu khawatir bahwa (program) kemandirian pesantren akan terus berjalan karena kita telah menetapkan KMA untuk Program Kemandirian Pesantren," tegas Gus Men.