Kurs Rupiah Terus Melemah Imbas Tarif Resiprokal AS dan Gejolak Global
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. Pada pembukaan perdagangan Senin (7/4/2025) pagi, kurs rupiah anjlok 251 poin atau 1,51 persen dari sebelumnya Rp16.653 menjadi Rp16.904 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menyebutkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dipicu oleh respons negatif atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Kebijakan tersebut diberlakukan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.
"Sentimen negatif dari pengumuman kebijakan tarif Trump (Presiden AS Donald Trump) yang direspons negatif oleh negara-negara yang dinaikkan tarifnya menjadi pemicu utama pelemahan rupiah," ujar Ariston dikutip dari Antara.
Ariston menjelaskan, pasar khawatir ekonomi global akan terpuruk akibat dampak dari perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS. Hal ini menyebabkan pelaku pasar mulai keluar dari aset berisiko dan beralih ke aset yang lebih aman, seperti mata uang dolar AS.
Selain itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS yang lebih baik dari perkiraan. Data tersebut memberikan gambaran bahwa ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan meskipun adanya ketegangan ekonomi global.
















