Menggali Kesejatian (12): Kali ini Materinya Kosong
Hamdan Juhannis
Dini hari ini saya nyatakan kosong materi tentang kesejatian, betul-betul kosong, "pass", istilah bagi yang suka main tebak-tebakan. Rasio saya gagal memilah materi yang tepat untuk saya tulis. Rasa saya juga tidak berhasil menunjukan sentuhannya tentang fenomena yang menarik.
Kebiasaan selama ini adalah menabung isu. Kalau tiba-tiba ada memberikan ide yang relevan dengan tema besar, saya langsung menulisnya sebanyak yang saya bisa dan saatnya saya lengkapi. Atau saya mendapatkan ide yang menarik bagi saya, saya langsung buat coretan pengingat.
Saya juga mencermati lalu lalang informasi di group medsos, termasuk respons dari teman-teman tentang tulisan saya sebagai sumber ide. Seperti biasanya selalu ada yang menurutku menarik untuk disimak.
Tapi subuh ini saya tidak memiliki rasa takjub untuk mengembangkannya. Lebih konkritnya, saya tidak memiliki kesanggupan untuk mengurainya menjadi deretan kalimat. Tiba-tiba saya tidak memiliki daya juang untuk membentangkannya menjadi urutan paragraf.
Yang saya rasa adalah ketumpulan dari seharusnya ketajaman menganalisa masalah yang tersaji. Yang ada dibenak adalah kebuntuan untuk menyajiakannya menjadi bungkusan kesatuan ide.
Yang melanda saya adalah kevakuman pikir yang tidak mampu berselancar di antara fenomena. Yang mendominasi saya adalah ketidakfokusan untuk melihat hal-hal menarik dari respon pembaca.

















