Era Digital dan Tantangan Dunia Kehumasan
Budiyono
SETIAP tahun perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan sangat dirasakan oleh sebagian masyarakat mulai Gen Z, Gen Milenial hingga Gen X. Ini menjadikan peluang sekaligus tantangan bagi dunia kehumasan.
Perubahan era digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, dari yang semula konvensional menjadi serba inovatif, cepat, transparan dan interaktif. Sejumlah perubahan ini menuntut seorang humas pemerintah untuk mampu menyesuaikan dengan dinamika tetap relevan dan dapat diterima publik dengan baik sesuai dengan harapan masyarakat.
Seorang humas tak lagi sekadar berperan sebagai penyampai informasi saja, namun juga sebagai pengelola reputasi dan citra lembaga di ruang publik digital. Di sinilah peran humas diuji untuk memastikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tantangan lain yang dihadapi humas di era digital adalah derasnya arus informasi yang seringkali bercampur antara fakta, opini hingga hoaks. Dalam keadaan, ini publik semakin kritis menilai dan membandingkan informasi dari berbagai sumber media sosial.
Dalam hal ini, humas harus mampu mengelola konten secara kreatif, faktual dan menarik, sehingga mampu memenangkan kepercayaan publik di tengah derasnya informasi yang beredar di masyarakat. Oleh karenanya, humas harus membangun sistem komunikasi yang responsif, transparan, dan akuntabel, sekaligus tetap menjaga etika komunikasi yang santun dan dapat di mengerti dengan jelas oleh publik.


















