Inovasi Konsumsi Haji 2024, Dari Cita Rasa ke Cinta Tanah Air
Zainal Abidin
SALAH satu yang sering disorot dalam penyelenggaraan Haji setiap tahunnya adalah, konsumsi para jemaah. Tajamnya sorotan ke aspek konsumsi karena menyentuh persoalan "kampung tengah" atau lebih ekstrimnya masalah "hidup matinya" para jemaah.
Mengurus makanan para jemaah yang berjumlah ratusan ribu, bukan perkara mudah. Mengurus makanan satu tamu saja yang bermalam di rumah kita beberapa hari sudah merepotkan, apalagi ratusan ribu orang dalam waktu lama, betapa membutuhkan perhatian dan pengelolaan konsumsi yang luar biasa.
Mengapa disebut bahwa ini terkait langsung dengan "hidup matinya" para jemaah, karena makanan yang masuk itu akan menjadi asupan energi bagi mereka di mana ibadah haji dikenal sebagai ibadah fisik. Namun, bila makanan itu tidak terjaga kebersihannya, bisa berdampak pada masalah kesehatan jemaah, bahkan lebih buruk dari itu.
Sajian konsumsi juga perlu memperhatikan "cita rasa" (taste) bagi para kita. Mungkin penting memperhatikan aspek gizi atau kesehatan dari sebuah sajian, tapi bagaimana kalau rasa makanan tersebut tidak sesuai dengan "lidah" para ?


















