Gus Yusuf Chudlori: Jawaban Zaman untuk Abad Kedua NU
Ferial Farkhan IA
Ferial Farkhan IA
(Ketua PP IPNU 2019 - 2022)
KETIKA Dunia Menanti Satu Abad Berikutnya: Sudahkah Kita Menemukan Sosoknya?
Ada satu keyakinan lama yang diwariskan turun-temurun di kalangan pesantren, bahwa setiap seratus tahun sekali, Allah akan mengutus seorang pembaharu—seorang yang mampu menghidupkan kembali ruh agama di tengah zaman yang berubah.
Bukan sosok yang datang tiba-tiba dari langit, melainkan seorang yang lahir dari rahim tradisi, dibesarkan oleh sanad keilmuan yang jelas, namun matanya cukup jernih untuk melihat masa depan. Ketika Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya, pertanyaan itu kembali mengetuk: siapa yang akan berjalan di depan, merawat akar sambil menanam benih baru?
Nama Gus Yusuf Chudlori bukan nama asing di telinga warga Nahdliyin. Ia tumbuh di antara kitab kuning dan diskusi kebangsaan, di antara tahlil dan pemikiran progresif, di antara masjid dan meja kebijakan publik.
Rekam jejaknya bukan catatan yang dibangun semalam, melainkan hasil dari bertahun-tahun berkhidmah—merawat pesantren, mendampingi umat, dan tak segan turun langsung menyentuh persoalan riil yang dihadapi warga NU di akar rumput. Bukan lahir dari konflik yang menjadikan wajah organisasi menjadi tidak menarik.


















