Perang Dingin Baru dan Sikap Baper Pemimpin Negara-Negara Berkembang
Prof Dr KH Muhammad Ishom, M.A.,
Prof Dr H Muhammad Ishom, M.A.
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Langkah agresif Donald Trump membangun blok dagang dan keamanan berbasis kepentingan “America First”, menjadikan peta geopolitik global kembali mengeras. Begitu kira-kira pembacaan arah percaturan geopolitik global sekarang dibaca oleh para pengamatan.
Negara-negara diajak memilih: ikut arus proteksionisme Washington atau bersiap menghadapi tekanan tarif, sanksi, dan pembatasan teknologi. Dunia yang sempat cair setelah runtuhnya Uni Soviet kini kembali menunjukkan garis-garis pembatas.
Istilah Perang Dingin Baru pun mengemuka. Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok bukan lagi sekadar adu kekuatan militer, melainkan pertarungan rantai pasok, semikonduktor, kecerdasan buatan, hingga dominasi standar teknologi global. Perang dagang berubah menjadi perang teknologi—lebih sunyi, tapi dampaknya sistemik.


















