Ahlan Wasahlan: Selamat Datang di Tanah Air Para Tamu Allah
Prof Dr KH Muhammad Ishom, M.A.,
Suasana haru dan bahagia menyelimuti setiap sudut bandara ketika rombongan jemaah haji Indonesia mulai tiba kembali di tanah air. Tangisan syukur bercampur senyum lega dari keluarga yang menjemput menjadi pemandangan yang menggetarkan hati. Setelah menempuh perjalanan spiritual yang agung di tanah suci, kini para tamu Allah kembali ke pelukan Ibu Pertiwi dengan membawa segudang hikmah, pengalaman, dan doa yang tertanam dalam jiwa.
Haji bukan sekadar perjalanan fisik, tapi juga perjalanan ruhani yang penuh tantangan, pengorbanan, dan keteguhan iman. Dalam setiap tahapan manasik yang mereka jalani, para jemaah diuji kesabarannya, diuji keikhlasannya, dan dilatih untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Maka, tidak heran jika mereka yang pulang dari haji disebut sebagai “haji mabrur” yang doanya diijabah, amalnya diterima, dan kehidupannya dilimpahi keberkahan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama dan lembaga-lembaga terkait tahun ini menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam menyelenggarakan ibadah haji. Mulai dari pelayanan katering, akomodasi, hingga kesehatan jemaah, semua ditangani secara profesional dan manusiawi. Banyak jemaah mengakui bahwa pelayanan haji tahun ini adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.
Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, yang turut memantau pengamanan dan keberangkatan jemaah haji tahun ini, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan haji. “Saya bangga dengan sinergi antara TNI, Polri, Kementerian Agama, dan semua pihak. Ini adalah bentuk nyata pelayanan negara terhadap umat,” ujar Jenderal Dudung. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan haji yang aman dan nyaman adalah bentuk ibadah dan pengabdian kepada rakyat.
Sekretaris Jenderal PBNU, H. Saifullah Yusuf, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Alhamdulillah, hampir seluruh jemaah kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan dengan semangat keislaman yang lebih tinggi. Ini adalah momentum besar untuk memperkuat ukhuwah dan peran umat dalam membangun bangsa,” ungkap Gus Ipul.


















